Status Awas Gunung Agung, Zona Bahaya Diperluas

118
Erupsi Gunung Agung Karangasem, Bali. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Aktivitas Gunung Agung, Karang Asem, Bali pada Jumat (21/9) kini naik menjadi status awas. Dengan adanya peningkatan status tersebut, zona bahaya diperluas. Hal tersebut berbuntut pada jumlah pengungsi yang meningkat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Pusat Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di area dalam radius 9 km di puncak gunung, masyarakat dilarang untuk memasukinya. Selain itu ditambah juga perluasan sektoral ke Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Barat Daya sejauh 12 km.

“Di dalam radius itu tidak boleh ada wisatawan atau aktivitas masyarakat,” ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu (23/9).

Dengan perluasan daerah zona berbahaya tersebut maka pengungsi akan bertambah. BNPB dan BPBD akan mengambil langkah-langkah penanganan antisipasi menghadapi letusan dan penanganan pengungsi terkait dengan peningkatan status awas dari Gunung Agung.

Kepala BNPB bersama pejabat terkait telah berada di Bali untuk berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan Bupati terkait. Posko nasional segera diaktivasi untuk memberikan pendampingan pemerintah daerah.

Saat ini telah diupayakan pemasangan rambu-rambu jarak dan radius zona bahaya agar masyarakat dapat mengetahui posisi aman atau berbahaya nantinya.

“Masyarakat diimbau untuk tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Hingga saat ini Gunung Agung belum meletus. Pemantauan diintensifkan,” imbaunya.

Untuk diketahui status gunung terdiri dari empat status, yakni status normal: tidak ada gejala aktivitas tekanan magma, status waspada: terjadi peningkatan berupa kelainan yang teramati secara visual atau instrumental, status siaga: menandakan gunung api sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana, status awas: menandakan gunung api segera atau sedang meletus. (sat)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online