fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Agustus 5, 2021
Update Covid-19 Indonesia
3,532,567
Total Kasus
Updated on 05/08/2021 7:23 am
BerandaHeadlinePeringatan Sumpah Pemuda, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Siapkan Lapangan Pekerjaan Bagi Pemuda

Peringatan Sumpah Pemuda, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Siapkan Lapangan Pekerjaan Bagi Pemuda

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Puluhan mahasiswa berbagai organisasi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) NTB menggelar aksi di Mataram, Sabtu (28/10). Mahasiswa menggelar mimbar bebas dan longmart dari Arena Budaya menuju Perempatan BI Mataram.

Mahasiswa secara bergilir menggelar aksi memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dalam orasinya, mahasiswa menekankan momentum sumpah pemuda sangat penting untuk mempersatukan seluruh pemuda di Indonesia ini. Menurut massa, Dengan sumpah pemuda inilah seluruh gerakan pemuda di Indonesia menjadi gerakan persatuan perjuangan pemuda untuk menciptakan perjuangan kemerdekaan terhadap sistem penindasan bangsa asing dengan mewujudkan kesatuan tanah air, kebangsaan dan bahasa pemersatu yang melawan segala bentuk ketidakadilan terhadap rakyat.

“Namun dalam perkembangannya bahwa pemuda hari ini khusus pemuda di Nusa Tenggara Barat dihadapkan dengan berbagai persoalan yakni dengan angka pengguran yang cukup banyak dan minimnya akses terhadap lapangan pekerjaan,” ujar Ketua FPR NTB, Zuki Zuarman.

- Advertisement -

Ia mengatakan NTB merupakan daerah pariwisata yang belakangan sangat santer dipromosikan baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui berbagai penghargaan pariwisata seperti label pariwisata halal terbaik, pariwisata bulan madu terbaik, dan lain sebagainya, namun menurutnya masih belum mampu menekan tingginya angka pengangguran di Provinsi NTB.

“Menurut data BPS NTB, jumlah angkatan kerja pada tahun 2017 adalah 2.520.670 orang, dari jumlah angkatan kerja tersebut yang tergolong Pengangguran absolut adalah 97.220 orang dan yang bekerja adalah 2.423.450 orang,” pungkasnya.

Dari jumlah penduduk yang bekerja tersebut menurut Zuki, yang tergolong pekerja berpendidikan rendah (SMP ke bawah) adalah 1.603.710 orang (66,17%) dengan jenis pekerjaan petani dan pekerja serabutan, sedangkan jumlah pekerja professional dengan level pendidikan tinggi hanya 245.270 orang yang terdiri dari 49.150 diploma dan 196.120 orang Sarjana, angka tersebut di luar lulusan pendidikan tinggi pada tahun 2017 di beberapa perguruan tinggi yang termasuk dalam katagori pengangguran.

Untuk itu massa menekan agar pemerintah dapat memberikan lapangan pekerjaan yang layak untuk pemuda. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -