Dorong Perluasan Pasar Produk UMKM, BI Gelar Pelatihan Pemasaran Melalui E-Commerce

42
Pelatihan pemasaran produk UMKM melalui E-Commerce. (f3/hariannusa.com)

Hariannusa.com, Mataram – Dalam rangka mendorong perluasan pasar produk UMKM dan peningkatan transaksi non-tunai dalam berbelanja di Provinsi NTB, Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB gelar pelatihan produk pemasaran melalui E-Commerce di Kantor BI Perwakilan Provinsi NTB, Senin (6/11/17).

Kegiatan Pelatihan E-Commerce yang menghadirkan Co-Founder sekaligus CFO Bukalapak, M.Fajrin Rasyid tersebut dihadiri lebih dari 250 pelaku usaha dan UMKM dari binaan Bank Indonesia, Perbankan, Dinas/ Instansi terkait, Komunitas Tangan di Atas (TDA), maupun akademisi dari berbagai universitas dan sekolah tinggi baik dosen maupun mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Prijono  menyebutkan bahwa saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta pengguna atau lebih dari 51% dari jumlah penduduk Indonesia. Sementara pengguna aktif ponsel mencapai 92 juta orang dengan rata-rata setiap hari orang menggunakan ponsel selama 4 jam.

Tingginya penggunaan ponsel serta akses internet tentunya merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dalam rangka peningkatan skala ekonomi khususnya para pelaku UMKM.

Peluang tersebut juga didukung dengan kondisi saat ini di mana hampir semua pelaku UMKM memiliki smartphone berbasis android. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk berjualan secara online melalui berbagai market place yang telah tersedia.

Dengan penjualan secara online diharapkan produk UMKM dari NTB dapat diakses oleh masyarakat tidak hanya sebatas Provinsi NTB saja juga di seluruh Indonesia.

“Selain itu penjualan online dapat mendorong penggunaan transaksi non-tunai dalam berbelanja, sehingga mendukung efisiensi dalam sistem pembayaran,” ungkap nya.

Pada kesempatan yang sama, M. Fajrin Rasyid selaku CFO bukalapak menyampaikan bahwa saat ini jumlah pelapak (orang berjualan) yang ada di bukalapak telah mencapai 1,2 juta UMKM dengan jumlah transaksi per bulan mencapai Rp 1 triliun.

Fajrin mempredikasi dalam 10 tahun ke depan pertumbuhan pasar E-Commerce akan tumbuh sangat pesat di Indonesia. Oleh sebab itu, Fajrin mendorong para pelaku UMKM yang ada di Indonesia harus memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Seluruh peserta pelatihan terlihat sangat antusias sepanjang mengikuti kegiatan. Banyak ilmu baru yang bermanfaat diperoleh dalam melakukan pemasaran produk UMKM secara online, salah satunya dengan melakukan pengemasan produk yang menarik, dengan tetap menjaga kualitas produk.

Hal penting lainnya adalah dengan tetap menjaga reputasi penjual, mengingat setiap pembeli akan memberikan penilaian terhadap produk yang dijual.

UMKM dapat menjual berbagai produk di bukalapak, termasuk menjadi re-seller produk dari UMKM lainnya. Tidak terdapat biaya atau syarat-syarat khusus untuk memasarkan produk di bukalapak, di mana UMKM cukup mengisi data-data tertentu yang dibutuhkan pada aplikasi yang telah disediakan.

Meskipun tidak terdapat persyaratan khusus pada produk yang dijual, BI berharap melalui pelatihan ini UMKM di NTB dapat naik kelas, melalui pemenuhan standar kualitas produk seperti halnya sertifikat halal maupun izin  PIRT untuk produk makanan. (f3)

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=