fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Februari 27, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,322,866
Total Kasus
Updated on 26/02/2021 3:31 pm
Beranda Hukum & Kriminal Oknum Guru Ngaji di Lombok Barat Cabuli Muridnya

Oknum Guru Ngaji di Lombok Barat Cabuli Muridnya

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Seorang oknum guru ngaji asal Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat ditangkap polisi setelah diduga melakukan pencabulan terhadap seorang muridnya. Pelaku diekspos siang tadi, Selasa (7/11) di Mapolres Mataram.

Pelaku diketahui berinisial SR (55) yang berprofesi sebagai guru ngaji nyambi tukang ojek. Kajadian bermula pada Jumat (3/11) sekitar pukul 19.30 Wita. Saat itu pelaku mengajarkan murid-murid mengaji di rumahnya.

Saat selesai mengaji, murid-murid lainnya pulang. Namun seorang murid perempuan yang masih berusia 12 tahun masih berada di rumah pelaku.

- Advertisement -

Tiba-tiba saja gairah pelaku memuncak saat melihat korban. Pria tersebut mendekap korban dari belakang dan memeluk tubuh korban. Pelaku diduga mencabuli korban.

“Kita melakukan visum, ternyata terdapat luka lecet (pada alat vital korban). Dan dari pengakuan pelaku, ia mengaku melakukan pencabulan terhadap korban,” ujar Kapolres Mataram AKBP Muhammad SIK.

Saat tengah mencabuli korban, istri pelaku yang sebelumnya tidak berada di rumah tiba-tiba masuk ke rumah. Sontak saja pelaku menyudahi aksinya. Korban pun lari ke rumahnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa mukena serta pakaian korban. Atas perbuatannya, pelaku terancam  Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.

“Penanganan terhadap korban kita koordinasi di bawah PPA. Tentu itu kita lakukan secara khusus bagimana menangani (korban) karena masih anak-anak,” pungkasnya.

Pelaku SR mengiming-iming korban sejumlah uang agar korban tak berteriak. Sementara SR yang ditanya mengatakan, ia tidak sempat melakukan pemerkosaan terhadap korban.

“Saya pegang di bawah dadanya. Terus saya suruh dia buka celana. Dia buka setengahnya, terus saya tarik (celana korban),” jelasnya.

“Saya naikin dia enggak bisa masuk, mati (kemaluan pelaku). Saya merasa bersalah enggak mau dia masuk, mati sekali dia, enggak bisa main. Terus saya keluar,” tuturnya. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jalin MoU Dengan NSU Cheonan, Dobrak Iklim Pendidikan Indonesia-Korea di Tengah Pandemi

HarianNusa.com, Jakarta - Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA LIA) Jakarta melakukan penandatanganan kerja sama dengan Namseoul University (NSU), Cheonan, South Korea, Kamis (18/2/2021). MoU...

Puluhan Wartawan di NTB Ikuti UKW

HarianNusa.com, Mataram - Puluhan wartawan dari berbagai media baik online, cetak, dan radio di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia