fbpx
23 C
Mataram
Selasa, Maret 2, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,341,314
Total Kasus
Updated on 01/03/2021 3:24 pm
Beranda Kota Mataram Razia BNNP NTB dan Si Manis yang Tak Bisa Pipis

Razia BNNP NTB dan Si Manis yang Tak Bisa Pipis

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Razia gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB kembali digelar, Kamis (09/11). Razia tersebut melibatkan Provos Polda NTB, POM TNI dan Satpol PP. Petugas menyisir beberapa kos-kosan yang berada di Ampenan dan Karang Baru Kota Mataram.

Razia dimulai sekitar pukul 14.30 Wita. Petugas gabungan beranjak dari Kantor BNNP NTB di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram menuju Ampenan.

Sampai di Ampenan, tepatnya di belakang Polsek Ampenan, beberapa kamar kos diperiksa. Setiap penghuni kos dilakukan tes urine untuk memastikan mereka tidak mengkonsumsi narkoba.

- Advertisement -

Hasil tes urine, seorang pria positif mengkonsumsi narkoba. Ia kemudian diamankan petugas.

Namun dari razia di Ampenan, petugas memiliki kendala. Seorang gadis manis yang hendak tes urine, kesulitan untuk buang air kecil. Ia beberapa kali ke kamar mandi sambil membawa botol yang disedikan petugas untuk menyimpan urine-nya.

Si gadis mengikuti seorang petugas BNNP NTB melakukan razia di Karang Baru. (sat/hariannusa.com)

Namun tetap saja, si gadis keluar dengan botol yang belum terisi. Sementara waktu terus berlalu. Petugas telah mengatur waktu dalam melakukan razia. Kendala tersebut menjadi beban dalam proses razia.

Gadis berkaos biru tersebut tampak frustasi dengan masalah tersebut. Bukan lantaran takut urine-nya positif, namun memang si gadis tidak dapat pipis dalam kondisi razia seperti itu.

Langkah terakhir, si gadis akhirnya dibawa melanjuti razia ke Karang Baru. Seorang petugas wanita dari BNN tampak bersama si gadis menuju sebuah mobil. Ia diikutkan dalam razia di wilayah yang berbeda tersebut.

Sampai di Karang Baru, si gadis berkaos biru menuruti setiap langkah petugas BNN sembari menunggu panggilan alamiah ke kamar mandi. Ia tampak terlihat cemas, beberapa kali terlihat mondar mandir, duduk berdiri melihat razia.

Saat disapa seorang wartawan, si gadis justru menangis. Wartawan tersebut berbalik menjadi korban bully rekan wartawan lainnya. Lagi-lagi petugas BNN menenangkannya.

Beberapa jam kemudian, akhirnya doa si gadis terkabuli. Ia pingin buang air kecil usai mengkonsumsi sebotol penuh air mineral. Ia kemudian dibawa ke kamar mandi oleh seorang petugas wanita.

Usai dari kamar mandi, ia keluar membawa segelas urine-nya. Saat dites petugas, hasilnya si gadis negatif mengkonsumsi narkoba. Ia tampak bernapas legah. Sesekali ia membuang senyum tawanya ke arah awak media yang sejak awal mengguyonnya. (sat)

- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

ENRAM, Rapid Test Antigen Baru Buatan Universitas Mataram dan Laboratorium Hepatika NTB

HarianNusa.com, Mataram - Provinsi NTB kini memiliki alat tes rapid antigen buatan sendiri, yang diciptakan oleh Universitas Mataram (Unram) bekerjasama dengan Laboratorium Hepatika Mataram. Gubernur...

Raden Nurjati Terima Kunker DPR RI Perwakilan NTB di KLU

HarianNusa.com, Lombok Utara - Pelaksana Harian Bupati Lombok Utara, Drs H. Raden Nurjati, menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Perwakilan NTB, Ir. H. Achmad...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia