fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Juni 12, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,894,025
Total Kasus
Updated on 12/06/2021 10:07 am
BerandaKota MataramBPS NTB Rangkul Wartawan Pahami Hasil Survei

BPS NTB Rangkul Wartawan Pahami Hasil Survei

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar workshop dengan tema Statistical Capacity Building Wartawan di Aula Kantor BPS NTB, Senin (13/11).

Kegiatan tersebut untuk memberikan pelatihan bagi wartawan guna meningkatkan pemahaman jurnalis tentang data-data statistik hasil survei lembaga tersebut.

“Melalui kegiatan workshop ini dapat meningkatkan pemahaman wartawan terkait kelembagaan sensus dan survei serta data strategis yang dihasilkan BPS,” kata Kepala BPS NTB, Hj Endang Tri Wahyuningsih.

- Advertisement -

Kegiatan tersebut diikuti 30 awak media baik media cetak, online maupun televisi nasional dan lokal yang ada di Kota Mataram, serta beberapa pejabat fungsional lingkup BPS NTB.

Endang menilai pelatihan kepada wartawan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena data hasil survei yang dilakukan BPS terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi masyarakat.

Ditambah masyarakat semakin maju dalam memahami statistik dan data serta mampu mengaitkan dengan berbagai perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi saat ini.

Menurut Endang, wartawan terkadang masih sulit mencerna data penuh angka yang disajikan oleh BPS, namun dituntut harus mampu membuatnya menjadi sebuah berita berita yang menarik untuk dibaca masyarakat.

“Data itu sulit dan mahal. Tetapi bagaimana agar bisa disajikan dengan sederhana sehingga menarik dan mudah dicerna,” katanya.

Data-data yang dihasilkan BPS bisa dijadikan bahan rujukan perencanaan, evaluasi, membuat keputusan, memformulasikan kebijakan agar tepat sasaran, serta sebagai alat konfirmasi dan legitimasi bagi para pihak yang berkepentingan, terutama pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Adapun data hasil survei BPS di antaranya data di sektor petanian, perekonomian perhotelan, inflasi, angka kemiskinan dan pengangguran. Ada yang dirilis setiap bulan adapula yang per triwulan.

“Data yang dihasilkan harus berkualitas dan sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan. Harus relevan, akurat, mudah diakses, mudah diinterpretasikan, tepat waktu, dan koherensi,” ungkapnya. (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -