fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Juli 31, 2021
Update Covid-19 Indonesia
3,372,374
Total Kasus
Updated on 30/07/2021 3:38 pm
BerandaHeadlineMotor Dibakar dan Diamuk Massa di Narmada, Tiga Remaja Tidak Terbukti Begal

Motor Dibakar dan Diamuk Massa di Narmada, Tiga Remaja Tidak Terbukti Begal

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Tiga pemuda menjadi sasaran amuk massa di Desa Golong, Kecamatan Narmada, Lombok Barat pada Kamis (9/11) sekitar pukul 21.00 Wita. Tiga pemuda tersebut diteriaki begal oleh seorang warga, yang berbuntut pada aksi main hakim sendiri.

Kejadian bermula saat ketiganya tengah menebang pohon pisang di pinggir jalan pada malam hari. Seorang pengendara yang melintas kaget melihat ketiganya. Para pemuda tersebut diduga oleh warga yang melintas akan melakukan pembegalan dengan cara menghadang pohon pisang di jalan.

Warga kemudian meneriaki begal pada ketiga pelaku. Spontan saja warga berdatangan dan menghakimi ketiganya hingga babak belur. Bahkan motor milik pemuda tersebut berjenis Thunder dibakar massa.

- Advertisement -

Ketiga pemuda tersebut dievakuasi menuju kantor lurah setempat. Beberapa saat polisi tiba dan mengevakuasi pelaku. Karena luka yang cukup serius di bagian wajah, ketiga pelaku dilarikan ke RS Bhayangkara Mataram.

Identitas ketiga pemuda tersebut diketahui berinisial YA (14), SB (18) dan IH (20). Mereka yang relatif di bawah umur tersebut berdasarkan hasil penyelidikan tidak memenuhi bukti bahwa mereka hendak melakukan pembegalan atau pencurian dengan kekerasan.

Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Made Arnawa mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi di tempat kejadian, ketiganya belum mengarah pada aksi kejahatan. Dengan kata lain aksi main hakim warga adalah salah paham.

“Pada kesimpulan yuridis bahwa masalah tersebut tidak cukup bukti untuk diproses ke tingkat sidik (penyidikan). Untuk itu Kapolsek Narmada menginisiasikan melakukan mediasi,” ujarnya, Senin (13/11).

Pada Sabtu (11/11) kemarin, Kapolsek Narmada, Kompol I Gusti Made Bagia, melakukan mediasi antara pelapor dan keluarga korban dengan disaksikan Kadus, Kades dan beberapa warga.

AKP Arnawa kembali menjelaskan, kedua pihak telah menyepakati perjanjian yang berisi kedua pihak sepakat berdamai tanpa syarat apapun dan tidak akan menuntut secara hukum baik pidana maupun perdata.

“Kedua pihak sepakat berdamai dan tidak saling menuntut baik secara pidana maupun perdata,” jelasnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -