Tingkatkan Perekonomian Warga, BI Bangun Sarana Pengolahan Limbah Ternak

24
Demo percobaan penggunaan biodigester untuk memasak. (istimewa)

Hariannusa.com, Lombok Utara – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB melaksanakan kegiatan peresmian Biodigester (sarana pengolahan limbah ternak) bertempat di Dusun Karang Kendal, Desa Genggela Kabupaten Lombok Utara, Selasa (14/11).

Peresmian sarana pengolahan limbah ternak ini merupakan bentuk perhatian BI terhadap peningkatan perekonomian daerah.

Dalam sambutannya Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono, menyampaikan bahwa biodigester dibangun sebagai terobosan BI untuk mendorong sektor peternakan yang terintegrasi dengan sektor pertanian.

Teknologi biodigester, terangnya, dapat menghasilkan pupuk organik padat maupun cair, yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian disekitar Lombok Utara.

“Selain menghasilkan pupuk, biodigester juga menghasilkan gas sebagai sumber energi ramah lingkungan, baik untuk generator pembangkit tenaga listrik maupum untuk keperluan rumah tangga,” terangnya.

Senada dengan Prijono, Sekda Kabupaten Lombok Utara, H. Suardi menyampaikan apreasiasi atas inisiatif dari BI tersebut.

Ia mengatakan Kontribusi BI dipandang sangat tepat mengingat kebutuhan pupuk untuk pertanian organik terus meningkat di Kabupaten Lombok Utara.

Di samping itu, penyediaan makanan yang sehat melalui pertanian organik akan mendorong pengembangan wisata di Kabupaten Lombok Utara yang sedang didorong untuk menuju destinasi ekowisata tingkat dunia.

“Potensi organik kita sangat besar yang harus dikembangkan terlebih daerah kita merupakan daerah wisata,” ungkapnya.

Demikian pula disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Kesra Setda Provinsi NTB, Dr. Bacharudin. Dirinya mengatakan mendukung upaya integrasi antara sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pemerintah provinsi NTB berharap kelompok Ternak Ngiring Datu dapat merawat dan mengoptimalkan penggunaan biodigester guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelompok.

“Ini harus dirawat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin, jangan sudah dikasih terus tidak dirawat dan digunakan,” pesannya kepada kelompok tani ternak Ngiring Datu yang menerima bantuan biodigester

Acara juga dirangkai dengan penandatanganan adendum perjanjian kerjasama antara Bank Indonesia Provinsi NTB, Bank NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan BPTP Provinsi NTB. Adendum bertujuan untuk memperluas cakupan pembinaan, dari semula hanya di dusun Karang Kendal menjadi desa Genggelang, dengan harapan akan lebih banyak peternak yang memperoleh pembinaan.

BI pada kesempatan yang sama juga melakukan perbaikan kandang komunal milik kelompok Ngiring Datu, dengan konsep kandang warna – warni yang bisa jadi merupakan yang pertama di Indonesia. Perbaikan kandang komunal ditujukan untuk lebih mengoptimalkan luas kandang, serta membuat kandang lebih bersih, sehat, nyaman, dan menarik.

Hingga saat ini baru satu unit biodigester yang terbangun untuk satu kelompok yakni kelompok ternak sapi Ngiring Datu terdiri dari 100 orang di mana ukuran volume biodigester 20 meter kubik diperkirakan dapat  menampung kebutuhan energi 10 rumah tangga.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Perwakilan BI NTB, Prijono, Sekda KLU H. Suardi, Ketua DPRD KLU, BPTB provinsi NTB, Direksi Bank NTB, Pejabat Dinas provinsi NTB dan KLU yang mewakili serta  masyarakat dan kelompok ternak sapi yang ada di KLU. (f3)