fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Juni 12, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,901,490
Total Kasus
Updated on 12/06/2021 11:07 am
BerandaHeadlineHamzanwadi Institute: Ada Oknum Ketua Partai “Standar Ganda” Soal Gelar Pahlawan Maulana...

Hamzanwadi Institute: Ada Oknum Ketua Partai “Standar Ganda” Soal Gelar Pahlawan Maulana Syeikh

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Almagfirullah TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syeikh telah dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi. Banyak masyarakat NTB merasa bersyukur atas penganugerahan gelar tersebut. Namun ada juga pihak yang curiga pemberian gelar tersebut sebatas tindakan politis.

Ungkapan kontroversial tersebut diduga diucapkan H. Hamja di salah satu media online. Tuduhan pemberian gelar pahlawan Maulana Syeikh diduga disebut sarat muatan politis. Akibatnya polemik antara pendukung Maulana Syeikh dan dirinya terjadi.

Kontroversi tersebut mengantarkannya dicopot sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB. DPD Partai Gerindra NTB mencopotnya guna memberikan efek jera bagi kader yang bertentangan dengan visi partai. Gerindra menyatakan mendukung gelar pahlawan terhadap Maulana Syeikh.

- Advertisement -

Persoalan lain kembali muncul. Hamzanwadi Institute menilai ada oknum ketua partai di NTB yang berlaku standar ganda terhadap penganugerahan gelar pahlawan Maulana Syeikh. Oknum tersebut di lain sisi menolak pemberian gelar pahlawan untuk Maulana Syeikh, tapi di hadapan publik seakan menjadi orang yang berperan dalam memperjuangkan gelar pahlawan untuk Maulana Syeikh.

Sekretaris Hamzanwadi Institute, M. Nashib Ikroman mengatakan oknum ketua partai tersebut menghalangi pengusulan gelar pahlawan Maulana Syeikh di Jakarta. Namun saat usahanya gagal, ia justru mengatakan telah berjuang agar Maulana Syeik mendapat gelar pahlawan nasional.

“Ada oknum ketua partai di NTB saat pengusulan dokumen pahlawan, justru mengancam ke sejumlah pihak, akan menghalangi pengusulan tersebut di Jakarta. Namun setelah penganugerahan, partai tersebut seolah-olah justru menjadi yang terdepan dalam pengusulan pahlawan Maulana Syeikh,” bebernya.

Ia tidak membeberkan siapa oknum ketua partai yang dimaksud. Nashib Ikroman mengatakan oknum ketua partai tersebut melakukan penghalangan pengusulan gelar pahlawan sebagai bentuk manuver politik dan menunjukan eksistensi.

“Tapi yang namanya orang sakit jahil, tidak perlu motivasi dan alasan. Berbuat jahil merupakan hiburan dan kesenangan bagi yang hatinya gelap gulita. Mudahan kita semua dihindari dari penyakit jahil. Naudzubillahi min dzalik,” tandasnya.

Ia juga saat ini tidak mempersoalkan dengan serius oknum tersebut. Maulana Syeikh telah dianugerahi gelar pahlawan nasional saat ini, meskipun jauh hari masyarakat sudah menganggap ia sebagai pahlawan di hati masing-masing. Hal tersebut merupakan suatu anugerah untuk masyarakat NTB. (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -