fbpx
23 C
Mataram
Rabu, September 29, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,211,460
Total Kasus
Updated on 28/09/2021 7:44 pm
BerandaLombok UtaraLombok Berpotensi Gempa dan Tsunami, BMKG dan BPBD Perkuat Sistem Peringatan Dini

Lombok Berpotensi Gempa dan Tsunami, BMKG dan BPBD Perkuat Sistem Peringatan Dini

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Wilayah Lombok Utara merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa bumi dan berpotensi tsunami. Hal tersebut lantaran wilayah Lombok Utara berdekatan dengan patahan naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Patahan tersebut yang kerapkali memicu gempa bumi di Pulau Lombok.

Berdasarkan data historis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang gempa bumi, pada 2016 Lombok Utara diguncang empat kali gempa bumi yang merusak dan menimbulkan kerusakan di Pantai Nipah.

Guna mencegah korban jiwa jika gempa bumi maupun tsunami terjadi, BMKG Stasiun Geofisika Mataram bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana.

- Advertisement -

“Kita menandatangani perjanjian kerjasama dengan BPBD Lombok Utara sekaligus menyerahkan peta seismisitas. Harapan kami, perjanjian ini dapat memperkuat rantai peringatan dini dan diseminasi info MKG utamanya info gempa bumi dan tsunami di daerah,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Agus Rianto, Kamis (16/11).

“Dalam kesempatan ini juga kami memaparkan potensi gempa dan tsunami Lombok Utara sekaligus menyerahkan BAST DVB relokasi dari BPBD Provinsi NTB,” sambungnya.

Media diseminasi informasi gempa bumi berupa DVB (Digital Video Broadcast) yang bertujuan mempercepat informasi gempa bumi sehingga mengurangi dampak akibat gempa bumi. Untuk itu masyarakat diimbau untuk mendengar arahan BPBD terkait peringatan dini tersebut.

“Dengan ini diharapkan masyarakat mengikuti arahan dari Pemda melalui BPBD bila terjadi gempa bumi di wilayah KLU,” imbaunya.

Hal yang harus dilakukan masyarakat jika terjadi gempa bumi adalah mendengar arahan BPBD maupun BMKG. Masyarakat juga jangan mudah percaya isu-isu akan adanya tsunami pasca gempa jika belum ada peringatan dini yang dikeluarkan instansi resmi tersebut. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -