fbpx
23 C
Mataram
Rabu, Januari 20, 2021
Update Covid-19 Indonesia
927,380
Total Kasus
Updated on 20/01/2021 6:45 am
Beranda Headline Imigrasi Mataram Tangkap WNA Asal Malaysia

Imigrasi Mataram Tangkap WNA Asal Malaysia

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Seorang pria Warga Negara Malaysia diamankan Imigrasi Kelas I Mataram. Pria berinisial CH (65) asal Kelantan Malaysia diamankan pada Kamis (15/11) di Mertak Paok, Batukliang, Lombok Tengah.

Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas I Mataram, Ramdhani, mengatakan pria tersebut diamankan lantaran tinggal secara ilegal di Lombok dengan memalsukan data diri.

“Operasi inteligen keimigrasian dilakukan berhubungan dengan adanya laporan dari masyarakat. Kemudian dilakukan pengembangan pada Rabu tanggal 15 November. Didapatkan informasi yang berangkutan telah lama tinggal di Lombok Tengah, kurang lebih tujuh tahun,” ujarnya di Kantor Imigrasi Mataram, Jumat (17/11).

- Advertisement -

Hasil pemeriksaan awal, WNA Malaysia tersebut masuk Indonesia sudah empat kali. Pertamakali ia masuk Indonesia pada Oktober 2010.

Barang bukti yang ditemukan yakni, satu buah paspor nomor A23108111 dikeluarkan di Malaysia pada tanggal 1 Oktober 2010, satu KTP, paspor Indonesia, Kartu Indonesia Sehat, KK, akta lahir dan SIM. Semua dokumen tersebut atas nama Hasan.

CH bekerja sebagai petani di Mertak Paok. Ramdhani menjelaskan, awalnya CH menjadi sopir di sebuah pabrik di Malaysia. Kemudian ia menikah dengan karyawan perusahaan tersebut di Thailand.

“Yang bersangkutan bertemu istrinya di Malaysia pada 2017. Istrinya kerja di pabrik triplek, yang bersangkutan bekerja di tempat yang sama sebagai supir. Akhirnya mereka menikah,” jelasnya.

“Entah bagaimana mereka tidak bisa melangsungkan pernikahan di Malaysia. Akhirnya mereka menikah di Thailand akhir 2008, kemudian mereka kembali ke Malaysia sampai dengan 2010. Kemudian dari hasil data masuk ke Indonesia bulan Oktober tahun 2010,” sambungnya.

Sementara terkait penerbitan SIM, KTP, Paspor di Imigrasi Mataram dan lainnya yang merupakan dokumen milik CH, pihak Imigrasi Mataram akan memeriksa semua saksi dan pihak-pihak yang menerbitkan dokumen tersebut. Termasuk pihak Imigrasi Mataram sendiri.

“Yang jelas semua saksi dan pihak-pihak akan kita periksa,” pungkasnya.

CH diduga melanggar Pasal 126 huruf c Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 500 juta. Kini ia diamankan di Ruang Detensi Imigrasi kelas I Mataram. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Dewan Syariah PKS Keluarkan Anjuran Vaksinasi Covid-19

HarianNusa.com, Jakarta - KH. DR. Surahman Hidayat, Ketua Dewan Syariah Pusat DPP PKS, hari ini (14/1/2020) mengeluarkan bayan (penjelasan) dan anjuran untuk melakukan vaksinasi...

ACT Terjunkan Tim Bantu Korban Gempa Majene

HarianNusa.com, Sulawesi Barat - Gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene pada Jumat, (15/01/2021) dini hari itu juga terasa hingga Mamuju. Data dari Badan...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia