fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Desember 3, 2020
Update Covid-19 Indonesia
549,508
Total Kasus
Updated on 03/12/2020 12:18 am
Beranda Headline NW Anjani Harapkan Jokowi Hadiri Konbes NU Sebelum ke Pancor

NW Anjani Harapkan Jokowi Hadiri Konbes NU Sebelum ke Pancor

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Kegiatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 sudah di depan mata. Direncanakan akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Mantan Presiden RI, Megawati Sukarnoputri serta Menteri Kabinet Indonesia Hebat, serta beberapa pejabat lainnya. Acara tersebut akan digelar mulai tanggal 23-26 November 2017.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda NW NTB (Anjani), Fihiruddin mengharapkan agar Presiden Jokowi tetap menghadiri acara Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU dan Perhelatan acara di NW Anjani sesuai dengan jadwal rundown yang telah di tetapkan.

Pasalnya muncul dugaan akan digelar acara serupa di Pancor di mana terjadi pergeseran jadwal kunjungan presiden yang semula dijadwalkan akan menghadiri sejumlah acara yang telah di siapkan oleh panitia Munas dan Konbes NU di Ponpes NW Anjani.

- Advertisement -

Fihir juga menyayangkan kegiatan tasyakuran yang digelar di Pancor. Menurutnya itu sebagai upaya merubah acara secara sepihak.

“Ini budaya yang tidak baik karena kesannya mengganggu acara NU yang sudah dipersiapkan jauh hari,” ujarnya di Mataram, Selasa (21/11).

Ia merasa prihatin dengan keputusan Pancor yang merubah jadwal karena berdampak pada kekecewaan panitia Munas dan Konbes NU bila ada perubahan jadwal acara yang telah di tetapkan.

Lebih jauh Fihir menjelaskan sesuai dengan rundown acara presiden akan menghadiri pembukaan Munas dan Konbes NU, namun adanya acara di Pancor terjadi pergeseran yakni presiden Jokowi justru dijadwalkan menghadiri acara silaturahmi dan tasyakuran pemberian gelar pahlawan Maulana Syeikh TGKH Mohammad Zainudin Abdul Madjid.

“Untuk itu saya mengimbau agar acara di pancor di gelar sebelum atau sesudah pembukaan Munas dan Konbes NU untuk saling menghargai,” tambahnya.

Fihir juga mereview ulang bahwa pada saat Pilpres 2014, Jokowi kalah total di NTB. “Saat itu NW (Nahdathul Wathan) Anjani mendukung penuh Jokowi meskipun Kalah total,” ujarnya.

Sekretaris PW Pemuda NW NTB ini mengingatkan semua pihak untuk saling menghargai dan menjaga kedamaian dan kondusifitas interaksi semua komponen di NTB.

“Tidak boleh ada yang merasa ingin dipentingkan dengan mengganggu jadwal acara orang lain,” pungkasnya. (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

KPK Minta Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan Ditertibkan

HarianNusa.com, Lombok Utara - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta aset-aset milik Pemerintah Provinsi NTB yang ada di Gili Trawangan mulai di tertibkan. Pasalnya, pengelolaan...

Gubernur Sambut Baik Kerjasama NTB dengan Northern Territory

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik kerjasama yang terjalin antara Provinsi NTB dengan Northern Territory (NT), salah satu wilayah federal...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia