fbpx
23 C
Mataram
Selasa, Maret 9, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,386,556
Total Kasus
Updated on 09/03/2021 2:07 am
Beranda Headline Soal Penggalangan Dana, Mahasiswa Nasehati Ali BD

Soal Penggalangan Dana, Mahasiswa Nasehati Ali BD

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Pernyataan Bupati Lombok Timur, H. Moch. Ali Bin Dachlan (Ali BD), yang mengkritisi aksi penggalangan dana bantuan yang dilakukan oleh elemen mahasiswa, untuk korban bencana banjir di Keruak dan Jerowaru, membuat mahasiswa angkat bicara.

Pernyataan Ali BD yang menyebut penyaluran bantuan kepada korban banjir, telah disisipi oleh agenda politik, menurut mahasiswa sebagai sebuah pernyataan yang ngawur, tanpa landasan yang jelas.

“Pernyataan Bupati Lotim yang memojokkan dan nyinyir pada para mahasiswa adalah sebuah pernyataan semena-mena tanpa landasan yang jelas alias ngawur. Penggalangan dana yang kami lakukan tidak sedikitpun didorong oleh asumsi bahwa Pemda Lotim tidak becus dan tidak tanggap atas kondisi bencana banjir,” ujar Ahmad Aprillah, mahasiswa asal Lombok yang kini sedang menempuh pendidikan magisternya di Australia.

- Advertisement -

“Penggalangan dana dan bantuan, sekali lagi hanya karena solidaritas kemanusiaan. Namun jika hal itu membuat bapak bupati yang terhormat merasa tersinggung, dia sungguh menempatkan sensitivitasnya pada waktu dan tempat yang salah,” sambung Aprillah.

Menurut Aprillah, semestinya, Bupati Ali BD, bersyukur bahwa aksi solidaritas datang dari berbagai penjuru. Sebab, musibah banjir yang terjadi di Lombok Timur adalah sebuah tragedi kemanusian, artinya, bebas dari berbagai peristiwa dan momentum politik yang sedang atau akan berlangsung.

“Memang, tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaat momen bencana sebagai arena tunjuk diri. Namun alangkah banyak orang dan komunitas lain yang bergerak murni atas nama dan dorongan solidaritas kemanusian. Oleh karena itu, penggalangan dan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tidak sepatutnya dilihat dengan kaca mata politik,” ujarnya geram.

Terkait dengan larangan Ali BD terhadap mahasiswa untuk melakukan penggalangan dana bantuan korban banjir. Karena tugas mahasiswa untuk belajar. Menurut April, Ali BD saangat sempit dalam melihat tujuan dari proses belajar.

“Tujuan belajar paling tinggi adalah melatih ketajaman dan sensitivitas kemanusiaan. Justru kalau ada mahasiswa yang asik dan khusyuk belajar saat saudara-saudaranya tertimpa bencana, itu bukan lagi mahasiswa tapi mesin pembelajar. Pendidikan bukan mencetak robot tanpa perasaan Pak Bupati. Sekali lagi, ini adalah tentang hadir dan berbuat sesuatu untuk saudara-saudara di Lombok Timur,” pungkasnya.

Ahmad Aprillah merupakan salah satu mahasiswa asal Lombok yang sedang menempuh pendidikan S2 di Australia, itu melalau komunitas KNAUS (Kanak Sasak lek Australia) melakukan penggalangan dana ke semua Mahasiswa Lombok yang ada di Seluruh wilayah Australia (Victoria, Western Australia, Queensland, dan South Australia).

Selain mahasiswa Lombok, mahasiwa dari komunitas lain juga turut memberikan bantuan. Dana yang terkumpul sudah disalurkan melalui DASI NTB untuk korban Banjir Lombok Timur. (sat)

- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia