fbpx
Beranda Headline Gunung Agung Kembali Erupsi, Puluhan Jadwal Penerbangan Dibatalkan

Gunung Agung Kembali Erupsi, Puluhan Jadwal Penerbangan Dibatalkan

Sejumlah penerbangan dibatalkan pasca erupsi Gunung Agung. (istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Gunung Agung kembali mengalami erupsi freatik kedua, Sabtu (25/11) pukul 17.30 Wita. Terpantau kepulan abu tebal dengan tekanan sedang dan lontaran abu setinggi 1.500 meter dari kawah condong ke arah barat daya.

Sementara itu, dampak erupsi freatik Gunung Agung telah menyebabkan beberapa penerbangan dibatalkan. Sebanyak 8 kedatangan penerbangan internasional (international arrival) di-cancel dan 13 keberangkatan penerbangan internasional (international departure) di-cancel. Jumlah penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan sekitar 2.087 penumpang.

Otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyatakan bahwa bandara masih normal dan aman. Operasional penerbangan berjalan lancar (normal), baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Hingga saat ini Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) masih kode Orange.

Adanya pembatalan beberapa penerbangan merupakan inisiatif dari maskapai penerbangan masing-masing dengan alasan keselamatan penerbangan.

Kejadian ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pernah juga terjadi saat erupsi Gunung Raung di Jawa Timur dan erupsi Gunung Barujari di NTB, abunya mengarah ke Bali. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali masih normal, namun beberapa maskapai penerbangan internasional membatalkan penerbangan dari dan ke Bali karena alasan keselematan penerbangan.

Sementara, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pasca erupsi kedua Gunung Agung, hujan abu tipis jatuh di sejumlah desa.

“Pasca erupsi, hujan abu tipis jatuh di beberapa desa di sekitar Gunung Agung, khususnya di sektor barat daya, seperti Desa Besakih, dusun-dusun di bagian atas Desa Pempatan, dan Desa Temukus. Abu vulkanik terlihat jelas di kaca-kaca mobil atau menempel pada kendaraan,” ujarnya.

Masyarakat yang masih berada di dalam radius 6 km dan perluasan sectoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km diimbau untuk segera mengungsi dengan tertib dan tenang. Daerah tersebut harus dikosongkan sesuai rekomendasi PVMBG karena berbahaya. (sat)

Komentar