fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Juni 13, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,911,358
Total Kasus
Updated on 13/06/2021 2:14 pm
BerandaHeadlineDemi Judi Online Pria di Mataram Curi Motor Teman

Demi Judi Online Pria di Mataram Curi Motor Teman

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Seorang pria berinisial DDAH alias Diki (30) asal BTN Sandik Perdana, Desa Sandik, Lombok Barat diduga mencuri motor milik temannya sendiri. Kejadian terjadi pada Selasa (5/12).

Kapolres Mataram, AKPB Muhammad SIK mengatakan, kasus tersebut berawal saat pelaku bertemu rekannya (korban) bernama Janwar Hardianto di sebuah warnet yang berada di Sukaraja, Ampenan sekitar pukul 21.30 Wita.

“Pelaku kemudian meminta tolong pada korban untuk diantar ke sebuah ATM di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram dengan alasan mau setor tunai,” ujarnya, Kamis (7/12).

- Advertisement -

Saat sampai di lokasi, pelaku menyuruh korban untuk mengecek ATM untuk memastikan apakah dapat menyetor tunai. Tanpa mencabut kunci motor, korban kemudian turun dan langsung mengecek. Pelaku kemudian membawa kabur motor jenis Honda Beat milik korban.

Saat Team Resmob Polres Mataram menerima laporan, keesokan harinya pada Rabu (6/12) tim melakukan penangkapan. Diki ditangkap saat melintas di Jalan Bung Karno tepatnya di depan Polsek Mataram sekitar pukul 09.15 Wita.

Ia kemudian dibawa ke Polres Mataram untuk diintrogasi. Hasil introgasi, pelaku membenarkan melakukan kejahatan tersebut. Dia juga merupakan residivis curanmor di dua lokasi. Pelaku pernah mencuri motor Honda Vario di parkiran PT Amanah Finance di Pagesangan dan mencuri Suzuki Shogun di Gatep, Cakranegara.

“Selain residivis curanmor, tersangka juga pernah menggelapkan delapan unit motor. Masing-masing tujuh motor di wilayah hukum Polres Mataram dan satu motor di wilayah hukum Polres Lotim,” ungkap Kapolres.

Saat ditanya wartawan, pelaku mengaku mencuri demi bermain judi online jenis poker di warnet.

“Untuk main judi online, jadi saya ambil motornya,” ujarnya singkat.

Atas perbuatannya, kini dia terancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -