Ketua DPW Partai Gerindra NTB, Ridwan Hidayat (Hariannusa.com/f3)

HarianNusa.com, Mataram – Untuk memenangkan pasangan Ahyar Abduh-Mori Hanafi pada perhelatan Pilgub NTB 2018 mendatang, Gerindra melakukan berbagai terobosan. Di antaranya memperbanyak komunikasi politik melalui silaturahim dan menggerakkan seluruh infrastruktur partai sampai ke tingkat dusun.

“Dari tingkat DPD, DPC, PAC , Ranting, Anak Ranting semuanya bergerak,” ungkap Ketua DPW Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat di Mataram, Rabu (10/1).

Dikatakannya, komunikasi Partai Gerindra di masing-masing daerah berjalan solid. Termasuk di wilayah Lombok Tengah.

Disinggung rumor yang beredar terkait Wakil Bupati Lombok Tengah yang dianggap tidak loyal terhadap keputusan Partai Gerindra, Ridwan mengatakan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan pengurus partai. Tetapi diakuinya memang merupakan kader Partai Gerindra.

Untuk memberikan sanksi terhadap kader-kader yang tidak loyal terhadap partai, Ridwan mengatakan tentu ada keputusan dan sikap partai dan itu tidak bersifat argumentatif tetapi ada ukuran – ukuran yang harus didukung oleh data dan fakta.

iklan

“Tetapi kalau masih rumor-rumor ya tidak ditanggapi, kalau sudah jelas ada data bahwa kader tersebut tidak mendukung maka dengan sendirinya kita tarik KTA nya,” tegasnya.

Diakuinya kalau dirinya memang sudah mendengar isu tersebut tetapi menurutnya itu masih bersifat argumentatif. Namun ia tidak menampik jika terbukti secara data, ada kader yang tidak patuh dan loyal terhadap partai maka akan dilakukan pemecatan.

“jika terbukti secara data tentu KTA kami tarik sehingga secara otomatis dia dipecat,” jelasnya.

Harapannya Gerindra ini menjadi partai yang moderen, yang memiliki norma-norma bukan hanya dalam ucapan tetapi juga dalam tindakan. (f3)

Komentar
iklan