TGB dan UAS saat menghadiri Tabligh Akbar dan Isra Mi'raj di Ponpes As'Adiyah (istimewa)

HariaNusa.com, Sulawesi Selatan – Ribuan santri pondok pesantren As’ Adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan berdiri berjejar menyambut kehadiran Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Minggu (25/03/2018).

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu saat turun dari mobil langsung diserbu ribuan santri untuk bersalaman. Desak desakanpun terjadi. Namun, Gubernur TGB merasa bahagia dapat bersilaturahim dengan jajaran dan keluarga besar ponpes tersebut.

Melalui siaran pers yang dikirimkan kepada media ini bahwa mengungkapkan kebahagian itu, TGB menceritakan sejarah perjalanan hidupnya, mulai masa-masa belajar di ponpes, hingga menjadi seorang gubernur.

TGB menceritakan itu sebagai motivasi kepada ribuan santri bahwa belajar di ponpes merupakan sebuah keberuntungan.

“Jangan pernah minder menjadi seorang santri. Suatu saat, seorang santri akan menjadi apa saja, yang penting sungguh-sungguh belajar. Apa buktinya? Sayalah bukti hidupnya,” ungkap TGB menyemangati ribuan santri tersebut.

Ungkapan TGB tersebut langsung disambut tepuk tangan bangga oleh para santri.

“Belajarlah sungguh-sungguh, suatu saat, akan ada santri di ponpes ini yang akan terbang ke Kairo, Mesir,” ungkap TGB.

Usai memberikan tausiyah, TGB menunggu kehadiran Ustazd Abdul Somad (UAS). Sembari menunggu, TGB mendengarkan tausyiah Dr. Mukhlis Hanafi, Sekjen OIAA Cabang Indonesia.

Sesaat kemudian, suasana semakin membahana, ketika ustad Abdul Somad (UAS) menghadiri tabligh akbar itu. Ribuan santri memadati jalan, tempat UAS lewat. Tidak terelakkan lagi, saling berdesakkanpun terjadi.

Gubernur TGB yang lebih duluan hadirpun harus sedikit bersabar untuk menyambut UAS di atas panggung.

Duet TGB dan UAS itupun menjadi momen bersejarah dan tak terlupakan bagi keluarga besar ponpes tersebut.

UAS kembali membakar semangat para santri untuk terus belajar dan menuntut ilmu. (f3)

Komentar