fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Oktober 17, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,232,099
Total Kasus
Updated on 14/10/2021 6:27 pm
BerandaHeadlineHilangkan Stigma Negatif Melalui Sepak Bola Jalanan

Hilangkan Stigma Negatif Melalui Sepak Bola Jalanan

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Stigma dan diskrimasi terhadap orang yang selama ini tersisihkan/termarjinalkan masih tinggi. Akses mereka untuk berkarya atau beraktivitas semakin sempit seiring dengan pandangan negatif terhadap mereka. Untuk itu diperlukan suatu wadah kegiatan untuk memfasilitasi mereka agar dapat beraktivitas layaknya manusia pada umumnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, beberapa komunitas yakni Rumah Cemara dan AKSI- NTB menyelenggarakan turnamen street soccer bertaraf nasional dengan nama League of Change (Liga Perubahan).

League of Change atau Liga Perubahan merupakan salah satu program “Kampanye Indonesia Tanpa Stigma” yang diinisiasi oleh Rumah Cemara dan berisikan turnamen sepak bola jalanan (street soccer).

- Advertisement -

“Turnamen street soccer ini merupakan sebuah kompetisi sepak bola pertama yang digelar di Indonesia dengan kriteria peserta Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA), mantan pengguna Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif), dan kelompok marjinal lainnya,” ujar Ketua Panita, Muhammad Iqbal, Minggu (29/04).

League of Change bukan hanya sekadar ajang sepak bola, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana para pemain bisa melakukan perubahan yang besar dalam hidupnya, dan mampu melalukan perubahan untuk masayarat yang lebih luas terkait dengan stigma dan diskriminasi.

“Ini adalah usaha upaya perubahan mereka yang telah termarjinalkan ke arah lebih baik, karena ini bukan hanya soal menang atau kalah, ataupun siapa juara,” pungkas Bang Bay sapaan akrabnya.

Dalam ajang final bertemu tim NTB 2 dan tim dari Jawa Barat. Score akhir, Jawa Barat memperoleh empat gol dan NTB 2 puas dengan tiga gol. Namun lagi-lagi ini bukan soal menang dan kalah, namun kemenangan besar terhadap masa depan mereka yang termarjinalkan dulu.

Acara yang digelar 24 hingga 26 April di Mataram kemarin berhasil digelar meriah. Seluruh peserta antusias dengan perlombaan yang diikuti. GOR 17 Desember Turide menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini dengan melibatkan 63 peserta dari 5 provinsi yaitu Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali dan NTB sebagai tuan rumah. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -