Sesi foto bareng La Hila Band di akhir acara. (sat/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Pesta literasi bertema “Nol%hHoax Cerdas Tanpa Bohong” sukses digelar di Kedai Kopi Repvblik Syruput, Kota Mataram, Sabtu malam (28/04) kemarin. Acara tersebut dihadiri ratusan pemuda dengan antusias.

Acara tersebut dihadiri Senator RI Baiq Diyah Ratu Ganefi dan La Hila Band. Band asal Bima-NTB tersebut sukses menghipnotis penonton dengan meriah melalui lagu-lagunya. Band bergenre Pop Alternatif ini juga angkat bicara terkait keramahan warga NTB khususnya Bima selama mereka berada di sana.

“Kita di sana (Bima) kalau lewat di perumahan warga selalu ditanya ‘udah makan?’ Ini bukti keramahan masyarakat Bima,” ujar Keyboard La Hila, Ilham Kusuma.

Ia juga mengatakan, personel La Hila sebelumnya pernah dalam pusaran narkoba, namun dengan tekad dan semangat muda, mereka bebas dari pengaruh zat berbahaya tersebut dan menciptakan lagu yang memiliki pesan moral bagi generasi muda untuk menjauhi narkoba maupun miras. La Hila kini tengah mengembangkan karir di Jakarta.

Antusian menonton La Hila Band di Repvblik Syruput. (sat/hariannusa.com)

Pendiri Sekolah Kalikuma Terlibat (SKUTER), Atun yang juga berkesempatan bicara tentang literasi mengatakan dia dan kawan-kawan di komunitas Kalikuma membentuk Literasi Skuter berangkat dari kesadaran mengangkat budaya literasi dan basis membaca masyarakat NTB.

“Literasi kita sangat rendah, sehingga kami di Kalikuma membentuk sekolah literasi,” ujarnya.

Perempuan yang sehari bekerja sebagai dosen ini mengatakan paradigma berpikir soal literasi perlu diubah mulai saat ini, di mana literasi seakan hanya untuk kaum pria, padahal perempuan juga perlu untuk terlibat berliterasi.

“Di buku-buku SD sering kita jumpai kata bertulis ‘Bapak membaca koran, ibu memasak di dapur,’ sekarang coba diubah ‘ayah membaca, ibu membaca,’ agar ibu juga dapat memotivasi anaknya,” pungkasnya.

Sementara Aktivis Budaya, Nurjanah mengapresiasi La Hila sebagai band yang menjadi spirit baru buat anak muda. “Ini sangat menjadi spirit untuk anak-anak muda,” ucapnya. Dia juga prihatin melihat kondisi literasi NTB. Menurut pengalamannyayang hampir setiap harinya di tengah masyarakat desa, terjadi gap atau kesenjangan soal literasi antara pria dan perempuan.

“Terjadi gap antara pria dan perempuan di tengah masyarakat kita, terlebih soal literasi. Itu yang harus kita ubah,” tuturnya.

La Hila Band (istimewa)

Terkait literasi, Presiden Repvblik Syruput, Paox Iben memandang bahwa literasi bukan hanya soal buku, tetapi juga upaya mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui media lainnya. “Liiterasi itu tentu bukan hanya soal buku. Literasi adalah upaya untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan, serta menularkan pikiran-pikiran kebaikan. Bagaimana jika informasi dan pengetahuan itu penuh dengan hoax, kamuflase atau tipu daya?” jelasnya.

“Itulah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia literasi di abad digital ini. Informasi dan pengetahuan begitu mudah kita dapatkan dan tersebar di mana-mana. Se-hoax apapun bagi mereka yang bijak, tentu bisa menggunakan dengan semetinya pada ruang, waktu dan kondisi yang tepat,” tutupnya. (sat)

Komentar