fbpx
23 C
Mataram
Senin, Juni 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,473
Total Kasus
Updated on 31/05/2020 8:47 pm
Beranda Gaya Hidup Komunitas Empat Desa di Lobar Jadi Pilot Project Yes I Do

Empat Desa di Lobar Jadi Pilot Project Yes I Do

HarianNusa.com – Salah satu lembaga formal yang menamakan diri Yes I Do Indonesia, turut berkiprah memberikan bantuan berupa konseling terhadap perlindungan anak dan perempuan. Secara khusus akan menjadikan empat desa sebagai sasaran utama yaitu Desa Jagaraga Indah Kecamatan Kediri, Desa Lembar Selatan di Kecamatan Lembar, Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar dan Desa Kediri Kecamatan Kediri.

Dipilihnya keempat desa tersebut oleh Yes I Do karena merupakan basis yang cukup berpotensi terhadap eksplorasi anak dan perempuan.

Yes I Do Plan International Indonesia Magdalena menjelaskan, pihaknya datang ke Lombok Barat (Lobar) tidak sendiri, melainkan menghadirkan dua anggota Yes I Do dari Belanda. Mereka adalah Chelsea Aufaerhajde dengan posisi Program Manager Yes I Do Indonesia Plan International Belanda. Samira Al Zwairi dengan posisi sebagai Monitoring dan Evaluation Officer. Tidak hanya itu, hadir juga sejumlah pengusaha home industry asal Lobar.

Mereka diharapkan turut berkiprah dalam membantu usaha industri kaum hawa. Secara khusus, di Dusun Bun Bleng desa Sekotong Timur sudah dijadikan tempat kegiatan para layang. Kaum perempuan penganggur dan anak-anak terlantar di tempat ini akan diberdayakan menjadi orang yang memiliki skil, tidak menjadi manusia yang selalu diekslorasi.

“Ini saya bawa contoh sirup jambu mete, merupakan hasil home industri di Dusun Bun Bleng,” kata seorang ibu perwakilan dari kecamatan Lembar.

Secara formal, Yes I Do Indonesia – Belanda akan terfokus pada 4 desa bersangkutan. Di desa ini mereka akan berkiprah menangani kasus perkawinan usia dini, konseling dan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan serta trafficking atau perdagangan anak.

Di tempat yang sama Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid sangat mengapresiasi program dari Yes I Do Indonesia Plan International Belanda ini. Ia mengatakan pihak pemerintah sendiri dalam rangka menangani kasus perlindungan perempuan, sudah ada program Gerakan Anti Merariq Kodeq (Gamaq) yang diinisiasi oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Lobar.

“Saya berterima kasih kalau ada lembaga in formal maupun non formal yang turut berkiprah, membantu saudara saudara perempuan dan anak anak kita di desa,” ucap bupati yang didampingi Kepala BP3AKB Lobar, Sekretaris P2TP2A Lobar, Kadisdik Lobar dan sejumlah pengusaha home industri asal Gerung dan Lembar, Jumat (16/11/2018).

Tercatat di Lombok Barat jumlah angka perkawinan di bawah usia 20 tahun mencapai 56,7 prsen di tahun 2015. Sedangkn dari data yang direkrut menurut data by name by adress di tahun 2017 sebanyak 22 persen. (f3)

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Antisipasi Covid Jelang Lebaran Topat, Pemkab Lobar Pantau Tempat Wisata

HarianNusa.com, Lombok Barat - Menjelang perayaan Lebaran Topat di Lombok Barat (Lobar), sejak pagi tadi Sabtu (30/5/2020) jajaran Dinas Pariwisata bersama tim lintas OPD...