Selasa, Juni 18, 2024
spot_imgspot_img
BerandaGaya HidupKomunitasEmpat Desa di Lobar Jadi Pilot Project Yes I Do

Empat Desa di Lobar Jadi Pilot Project Yes I Do

- Advertisement - Universitas Warmadewa

HarianNusa.com – Salah satu lembaga formal yang menamakan diri Yes I Do Indonesia, turut berkiprah memberikan bantuan berupa konseling terhadap perlindungan anak dan perempuan. Secara khusus akan menjadikan empat desa sebagai sasaran utama yaitu Desa Jagaraga Indah Kecamatan Kediri, Desa Lembar Selatan di Kecamatan Lembar, Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar dan Desa Kediri Kecamatan Kediri.

Dipilihnya keempat desa tersebut oleh Yes I Do karena merupakan basis yang cukup berpotensi terhadap eksplorasi anak dan perempuan.

Yes I Do Plan International Indonesia Magdalena menjelaskan, pihaknya datang ke Lombok Barat (Lobar) tidak sendiri, melainkan menghadirkan dua anggota Yes I Do dari Belanda. Mereka adalah Chelsea Aufaerhajde dengan posisi Program Manager Yes I Do Indonesia Plan International Belanda. Samira Al Zwairi dengan posisi sebagai Monitoring dan Evaluation Officer. Tidak hanya itu, hadir juga sejumlah pengusaha home industry asal Lobar.

Mereka diharapkan turut berkiprah dalam membantu usaha industri kaum hawa. Secara khusus, di Dusun Bun Bleng desa Sekotong Timur sudah dijadikan tempat kegiatan para layang. Kaum perempuan penganggur dan anak-anak terlantar di tempat ini akan diberdayakan menjadi orang yang memiliki skil, tidak menjadi manusia yang selalu diekslorasi.

“Ini saya bawa contoh sirup jambu mete, merupakan hasil home industri di Dusun Bun Bleng,” kata seorang ibu perwakilan dari kecamatan Lembar.

Secara formal, Yes I Do Indonesia – Belanda akan terfokus pada 4 desa bersangkutan. Di desa ini mereka akan berkiprah menangani kasus perkawinan usia dini, konseling dan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan serta trafficking atau perdagangan anak.

Di tempat yang sama Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid sangat mengapresiasi program dari Yes I Do Indonesia Plan International Belanda ini. Ia mengatakan pihak pemerintah sendiri dalam rangka menangani kasus perlindungan perempuan, sudah ada program Gerakan Anti Merariq Kodeq (Gamaq) yang diinisiasi oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Lobar.

“Saya berterima kasih kalau ada lembaga in formal maupun non formal yang turut berkiprah, membantu saudara saudara perempuan dan anak anak kita di desa,” ucap bupati yang didampingi Kepala BP3AKB Lobar, Sekretaris P2TP2A Lobar, Kadisdik Lobar dan sejumlah pengusaha home industri asal Gerung dan Lembar, Jumat (16/11/2018).

Tercatat di Lombok Barat jumlah angka perkawinan di bawah usia 20 tahun mencapai 56,7 prsen di tahun 2015. Sedangkn dari data yang direkrut menurut data by name by adress di tahun 2017 sebanyak 22 persen. (f3)

RELATED ARTICLES
spot_img
Selasa, Juni 18, 2024
- Advertisment -spot_img

Populer Pekan ini

Selasa, Juni 18, 2024
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
- Advertisment -

Banyak Dibaca

- Advertisment -