HarianNusa.com – Target pengadaan gabah dan beras pada tahun 2018 untuk beras, kisarannya mencapai 150 ribu ton. Pencapaian hari ini, Jumat (7/12) sudah mencapai 110 ribu ton beras atau sekitar 75 % dari target.

Demikian disampaikan Kepala Bulog Divre NTB, Ramlan, UE melalui Humasnya, Agung Sarianto saat ditemui di kantornya, Jumat (7/12).

Agung memaparkan, 110 ribu ton tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan NTB akan beras selama 2018.Bahkan Bulog Divre NTB sendiri melakukan “movenas” ke Bulog Divre Bali dan Divre NTT. Agung yakin, hasil realisasi pengadaan tahun 2018 ini, ketahanan stok di Bulog Divre NTB mencapai 14,5 bulan.

“Ketahanan stok beras kita di Bulog Divre NTB mencapai 14,5 bulan atau satu tahun dua bulan, jadi sangat aman,” ungkap Agung.

Dari ketahanan stok 14,5 bulan ke depan, Bulog Divre NTB Sejak bulan Oktober hingga saat ini masih terus melakukan Operasi Pasar (OP).

“Jadi kita terus melakukan operasi pasar secara masif untuk menekan harga beras di masyarakat, mengingat musim panen sudah tidak ada,” katanya.

Di NTB sendiri harga beras masih aman, untuk beras medium dijual dengan kisaran harga Rp 8.500; – Rp 9.000; per kilogramnya.

“Kan harga eceran tertinggi untuk beras medium Rp. 9.450; per kilogramnya, jadi masih di bawah HET,” pungkasnya.

Dikarenakan panen sudah sporadis dan harga sudah tidak memungkinkan untuk masuk, stok 110 ribu ton ini, lanjut Agung, sudah maksimal untuk Bulog Divre NTB. (f3)

Komentar