HarianNusa.com – Sebagaimana GenBI di Pulau Lombok yang melakukan aksi penanaman mangrove di Sekotong, Lombok Barat beberapa waktu lalu. Generasi Baru Indonesia Komisariat

Universitas Samawa (Unsa) di Sumbawa yang baru saja terbentuk bulan November 2018 lalu, juga melakukan kegiatan serupa.

GenBi Unsa melakukan kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Pulau Bungin, Kamis (27/12/18).

GenBI adalah komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. Di Provinsi NTB, GenBi berjumlah 150 orang yang berada di 3 (tiga) universitas, yaitu Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, dan Universitas Samawa Sumbawa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Achris Sarwani, Wakil Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, Wakil Rektor 3 Universitas Samawa Salahuddin, Camat Moyo Utara, Kepala Desa Penyaring, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, serta seluruh GenBI Komisariat Unsa.

Dalam sambutannya, Achris Sarwani menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Dikatakannya bahwa, tanaman mangrove atau dikenal juga dengan tanaman bakau dapat berperan penting dalam menjaga garis pantai agar tetap stabil.

“Kehadiran populasi pohon dan semak yang ada di hutan mangrove tersebut dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak langsung yang dapat berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai,” ungkap Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB itu.

Sementara itu, Mahmud Abdullah mengapresiasi langkah GenBI dalam menyelamatkan lingkungan. Hal ini, kata dia, harus direspon dengan baik oleh pemerintah khususnya pemerintah desa.

“Ini harus direspon baik oleh pemerintqh, khususnya pemerintah desa dengan mengawal dan mengembangkan apa yang telah dimulai oleh adik-adik GenBI, serta bersungguh-sungguh untuk menjadikan Desa Penyaring sebagai desa wisata yang mandiri,” tambah Wakil Bupati Sumbawa tersebut.

Selain menanam mangrove, GenBI Unsa juga melakukan pengecatan jembatan dan berugak demi mempercantik dan menarik minat pengunjung untuk datang menikmati wisata di hutan mangrove dan menjadikan daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata mangrove unggulan, sehingga ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pulau ini memiliki potensi menjadi destinasi wisata karena lokasi pulaunya diapit oleh 2 muara sungai dan berhadapan langsung dengan Pulau Moyo yang sudah dikenal dunia sebagai tempat wisata terbaik yang terletak di Kabupaten Sumbawa. Luas wilayah Pulau Bungin ini sekitar ± 60 Ha. Dilokasi tersebut terdapat berugak dan jalan jembatan sepanjang 300 meter dengan mengunakan papan kayu sebagai sarana untuk menikmati kawasan hutan mangrove sekaligus berswafoto. (f3)

Komentar