HarianNusa.com – Dalam rangka mensukseskan Milineal Road Safety Festival, Polres Lombok Utara dan jajarannya menggelar

Rapat Koordinasi bersama sejumlah stake holder terkait lingkup Pemkab KLU, di Ruang Rapat Polres Lombok Utara, Kamis, (10/1).

Milineal Road Safety Festival merupakan program Kepolisian Republik Indonesia yang akan digelar pada tanggal 2 Februari hingga 31 Maret 2019 secara serentak di seluruh provinsi se Indonesia.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Sutiyono, S.I.K.M.H mengatakan Milineal Road Safety Festival ini digelar sebagai salah satu langkah menekan angka kecelakaan berlalu lintas, mengingat salah satu penyumbang kematian tertinggi adalah laka lantas.

Di wilayah Lombok Utara sendiri, angka kematian akibat laka lantas naik hingga 100 persen, dan didominasi oleh usia generasi milenial yaitu dari 15 – 30 tahun.

“Angka kecelakaan lalulintas itu didominasi oleh usia pelajar setingkat SMP dan SMA,” ungkapnya.

Demi menekan angka kecelakaan di tingkat generasi milenial itu, Polri akan membangun kesadaran para milenial supaya tertib berlalu lintas dengan melaksanakan kegiatan Milineal Road Safety Festival di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten.

Milineal Road Safety Festival ini mengusung tema mewujudkan generasi milineal cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang. Dan akan diisi berbagai bentuk kegiatan seperti senam kolosal milineal, jalan sehat milineal, entrepreneur expo, safety riding/driving, deklarasi pelopor keselamatan berlantas.

Milineal Road Safety Festival ini akan menyasar para siswa setingkat SMP dan SMA, Mahasiswa, Organisasi-organisasi, dan masyarakan umum lainnya.

Bupati Lombok Utara, Dr. TGH. Nazmul Ahyar saat ditemui diruang kerjanya mengatakan sangat mendukung program Milineal Road Safety Festival sebagai upaya menekan angka kematian akibat kecelakaan lalulintas tersebut.

Ia mengatakan Pemkab KLU melalui Dinas Perhubungan sudah berkali-kali melakukan sosialisasi tentang keselamatan berlalulintas kepada para pelajar dan masyarakat umum.

“Namun masih saja anak-anak dibawah umur menggunakan sepeda motor ke sekolah padahal usia mereka belum bisa memiliki SIM,” ungkapnya.

Untuk itu, tambahnya, sosialisasi ini tidak hanya bagi kalangan pelajar namun orang tua juga perlu diberikan edukasi sehingga mereka tidak membiarkan anak-anak mereka yang masih dibawah umur menggunakan sepeda motor sendiri.

“Banyak kita lihat anak-anak SMP dibiarkan menggunakan sepeda motor sendiri ke sekolah,” pungkasnya. (f3).

Komentar