tersangka pungli dana rekonstruksi masjid
tersangka pungli dana rekonstruksi masjid di Lombok barat

HarianNusa.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB), Nasruddin, mengaku kepikiran terhadap penangkapan tiga pegawainya terkait kasus pungutan liar atau pungli bantuan masjid terdampak gempa Lombok.

Dia mengaku kesulitan untuk makan dan tidur lantaran masalah tersebut. “Ya tentu saya sebagai pimpinan merasa enggak nyaman. Makan dan tidur sulit gara-gara kasus ini,” ujarnya.

Kakanwil Kemenag NTB, Nasruddin. (sat/hariannusa.com)

Diketahui tiga bawahannya tertangkap polisi lantaran dugaan kasus pungli. Masing-masing adalah pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat, Lalu Basuki Rahman, Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Lombok Barat, Ikbal dan terakhir Kasubag Kepegawaian Kanwil Kementerian Agama NTB, Silmi.

Nasruddin juga dengan tegas mengatakan tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap ketiga pelaku yang tertangkap Polres Mataram.

“Kita dari mana mau membantu (bantuan hukum). Karena ini OTT sangat berat. Kita serahkan pada penegak hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Mataram Ajun Komisaris Besar Polisi Saiful Alam, mengatakan ketiga pelaku terlibat dalam pungli bantuan masjid terdampak gempa yang anggarannya bersumber dari Kementerian Agama RI.

“SL (Silmi) berperan seperti bendahara tempat dikumpulkan hasil pungli. Total ada Rp55 juta yang dinikmati SL. IK (Ikbal) menyetor uang hasil pungli yang dilakukan oleh BA (Basuki) ke SL. Ini seperti tindakan kejahatan berantai,” ungkapnya.

Dari penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa bukti transfer sejumlah Rp55 juta dari tersangka Ikbal.

Kapolres mensinyalir ada tersangka lain dalam kasus tersebut. Kini polisi terus mendalami kasus tersebut dengan mengintrogasi para tersangka.

Diketahui, jumlah masjid yang direnovasi dengan bantuan tersebut sebanyak 58 masjid. Bantuan ini diberikan pascagempa 7 magnitudo merusak wilayah Lombok, dan sekitarnya pada akhir Juli 2018. Dalam bantuan perbaikan masjid ini, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp6 miliar.

Sementara itu, berdasarkan keterangan polisi, pelaku pungli meminta jatah 20 persen dari masjid yang mendapat bantuan. Bahkan, pelaku mengancam tidak mendaftar nama masjid jika tidak memberikan uang. (sat)

Komentar