fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Mei 22, 2020
Update Covid-19 Indonesia
20,162
Total Kasus
Updated on 22/05/2020 2:53 am
Beranda Hukum & Kriminal Hukum Ratusan Massa Gedor Pengadilan Negeri Mataram

Ratusan Massa Gedor Pengadilan Negeri Mataram

HarianNusa.com – Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) NTB, berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Mataram, Senin, 18 Maret 2019.

Massa mendesak hakim untuk memberikan putusan hukum yang seadil-adilnya bagi pihak yang berperkara.

Massa mensinyalir ada hakim yang menjalani komunikasi dengan pihak yang berperkara. Kendati demikian, massa tidak mengungkap siapa hakim yang dimaksud.

Koordinator Aksi, Ruslan, mengindikasi pengadilan telah menyalahi aturan hukum yang ada.

“Pengadilan di Nusa Tenggara Barat khususnya Pengadilan Negeri Mataram selama ini diindikasikan banyak menyalahi aturan dalam memutuskan suatu perkara,” ungkapnya.

Dia meminta agar hakim bersifat netral dan profesional dalam menjalani tugas sebagai tangan Tuhan ini.

“Kita ingin pengadilan dan para hakim yang menegakkan hukum bekerja secara profesional, dan harus memutuskan suatu perkara sesuai dengan fakta persidangan. Jangan sampai memutuskan perkara karena ada bisikian dari balik layar,” cetusnya.

Seorang orator, Lalu Nurasaid, meminta hakim tidak membedakan latar belakang para pihak yang berperkara dalam memutuskan perkara.

“Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan kepada penegak hukum khususnya peradilan,” paparnya.

Orator lain, Abdul Qadir Jailani meminta para penegak hukum di Pengadilan Negeri Mataram untuk memecat dan memberikan sanksi tegas pada setiap hakim yang kedapatan bermain perkara.

Aksi massa tersebut diakhiri dengan melempari pengadilan dengan telur busuk. Langkah tersebut sebagai protes sikap hakim yang dituding bermain perkara.

Massa yang diiringi Gendang Beleq ini kemudian melanjutkan aksi mereka di Pengadilan Tinggi Mataram. Massa juga secara resmi melaporkan oknum hakim yang dituding bermain perkara. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi(Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...

Gubernur NTB Terbitkan Keputusan Baru Soal Idul Fitri

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan keputusan terbaru yang mengatur tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah...

NTB Terbaik Kedua Indeks Kesembuhan dari Covid-19 di Indonesia

HarianNusa.com, Mataram - Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kawasan Indonesia timur. Dalam kesempatan tersebut, Wakil...

SKB Tentang Salat Idul Fitri DICABUT ! Gubernur NTB Serukan Salat Idul Fitri di Rumah dan Mall Ditutup

HarianNusa.com, Mataram - Pemerintah provinsi NTB mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang diperbolehkannya Salat Idul Fitri di daerah-daerah yang dinyatakan bebas Corona.“Kami mengimbau masyarakat...