Silaturahmi Kebangsaan Wakil Presiden RI H. Muhammad Jusuf Kalla di NTB. (HarianNusa.Com/f3)

HarianNusa.Com – Wakil Presiden RI, H. Muhammad Jusuf Kalla menghadiri Silaturahmi kebangsaan yang digelar oleh Jenggala Center Provinsi NTB bekerjasama dengan Tim Permata, bertempat di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (6/4/19). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja Wapres di Nusa Tenggara Barat.

Sebelum menggelar kegiatan tersebut, orang nomor dua di Indonesia itu didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah terlebih dahulu meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Silaturahmi Kebangsaan diawali dengan penanyangan video hasil pembangunan pemerintah Jokowi-JK dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jenggala Center Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Dalam sambutan singkatnya, Isvie menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wapres serta mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB sehingga acara berjalan lancar.

Ia mengatakan bangsa Indonesia akan menghadapi Pemilu baik Pilpres maupun Pileg yang digelar pada tanggal 17 April 2019 yang tentu akan menguras tenaga, pikiran dan emosi sebagai anak bangsa.

“Jenggala Center sebagai bagian dari komponen anak bangsa tentunya berharap pemilu akan melahirkan pemimpin yang membawa kemaslahatan bagi bangsa yang kita cintai,” ungkap Isvie.

Gubernur NTB yang akrab disapa Doktor Zul itu dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla beserta rombongan di NTB.

Gubernur mengaku Wapres JK merupakan sosok yang tidak hanya tokoh politik, namun juga sosok yang mengayomi dan mengajarkan banyak hal kepada para juniornya. JK kata Doktor Zul merupakan sosok yang hangat, dekat dengan siapa saja serta mudah ditemui oleh siapapun.

Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB lanjut Gubernur, Wapres JK telah banyak membantu pemerintah daerah. Sehingga, saat ini proses tersebut berjalan baik dan cepat.

Untuk itu, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden yang telah hadir di NTB, menyaksikan dan memantau jalannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa.

Wapres JK dalam pemaparannya menyatakan bahwa sudah saat masyarakat Indonesia memikirkan kepentingan bangsa dan lebih memperkokoh persatuan dan persaudaraan.

“Politik itu lima tahun, tapi persahabatan itu seumur hidup,” ungkap JK di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Bangsa ini kata JK, harus diutamakan ketimbang mempetentangkan masalah politik. Sebab, berbicara bangsa, berbeda dengan negara. Negara jelas JK, hanya sebatas batas wilayah dan jumlah penduduk. Namun bangsa, menyangkut persatuan, persahabatan, kemajuan serta kesejahteraan. Maka, JK meminta semua pihak untuk bergegas bergerak, memikirkan seperti apa bangsa ini ke depan serta apa yang perlu dilakukan.

“Kita memang banyak perbedaan, karena negara kita berbentuk kepulauan. Namun, perbedaan itu bukan halangan untuk bersatu,” jelas pria yang pernah menjabat Wakil Presiden Era SBY itu.

Karena itu, lanjut Pria kelahiran Sulawesi Selatan itu, memomentum pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang merupakan saat yang tepat untuk memilih pemimpin terbaik untuk bangsa ini. Menurut JK, meski mendebarkan namun Pemilu itu menjadi harapan semua pihak akan masa depan bangsa yang lebih baik.

JK juga mengingatkan bahwa banyak negara di dunia ini yang akhirnya bangkrut, penuh konflik dan masalah, lantaran faktor pemimpin yang otoriter, tidak mementingkan masyarakat. Terlebih lagi, banyak koruptor yang menghancurkan masa depan bangsa. Karena itu, JK mengajak masyarakat untuk memiliki pemimpin terbaik untuk masa depan bangsa ini.

Silaturahmi Kebangsaan yang dihadiri ratusan peserta itu dirangkai dengan sesi tanya jawab dengan moderator Profesor M. Zainal Asikin. (f3)

Komentar