fbpx
25 C
Mataram
Senin, Maret 30, 2020

Di Forum G20, Indonesia Serukan Dukungan Pertanian Global

Populer Pekan ini

Gubernur Lantik Pimpinan BAZNAS NTB Masa Bakti 2020-2025 m

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc mengambil sumpah dan melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB untuk masa...

Lagi-lagi, Polisi Tangkap Tersangka Penyebar Hoax di Medsos Terkait Corona

HarianNusa.com, Mataram - Seorang wanita berinisial EDA (31 th) yang belamat di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda...

NTB Umumkan Kasus Pertama Positif Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat DR. H. Zulkieflimansyah mengumumkan kasus pertama warga NTB yang positif terjangkit Virus Corona baru atau...

Sidak di Senggigi, Bupati Lobar dan Tim Mendapat Perlawanan

HarianNusa.com, Lombok Barat - Hingga hari ini, Selasa (24/3/2020), Pandemik virus Co'rona (Covid-19) tercatat telah menjangkiti lebih dari 378 ribu orang di seluruh dunia...

Paling Banyak Dibaca

Misteri Telapak Tangan yang Gegerkan Warga Lombok Terpecahkan

HarianNusa.com, Mataram – Misteri jejak telapak tangan di tembok rumah warga di Lombok pasca gempa menemui titik terang. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi dan TNI,...

Mengenang 40 Tahun Bencana Tsunami di Lombok dan Sumbawa

HarianNusa.com, Mataram – Pada Jumat 19 Agustus 1977 menjadi hari yang buruk bagi masyarakat Sumba, NTT. Di hari kelabu tersebut terjadi gempa bumi yang...

Ahli Geologi AS Peringatkan Bahaya Gempa di Selatan Lombok

HarianNusa.com - Ahli Geologi dan Tektonik Amerika Serikat, Prof Rolland A. Harris menggelar sosialisasi kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, di Mataram, Kamis, 4...

Tak Terima Diputusin, Pria di Lotim Sebar Foto Bugil Kekasihnya

HarianNusa.com, Lombok Timur – Sungguh tak patut ditiru aksi yang dilakukan oleh seorang pria berinisial KB (20) asal Dusun Banjar Getas Desa Banjar Sari...
- Advertisement -

HarianNusa.com, Jepang – State Minister of Agriculture, Forestry and Fisheries – Jepang, Suichi Takatori menyampaikan bahwa kebutuhan pangan ke depan akan semakin bertambah. Untuk itu riset sangat dibutuhkan terutama untuk menghadapi globalisasi dan perubahan iklim.

“Kerjasama riset sangat perlu dilakukan karena tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat bekerja sendiri dalam melakukan riset,” kata Suichi Takatori saat membuka Pertemuan G20 Meeting of Agricultural Chief Scientists (G20 MACS) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2019 di Tokyo, Jepang.

Delegasi Republik Indonesia (Delri) untuk G20 MACS dipimpin Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjri Djufry sebagai ketua Delri, Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Husnain dan Kabag KSHOH Balitbangtan Ir. Erlita Adriani, MBA. Sementara, President Japan International Research Center for Agricultural Science (JIRCAS), Dr. Masa Iwanaga bertindak sebagai pimpinan sidang.

- Advertisement -

Pertemuan dihadiri oleh chief scientist terdiri dari Kepala Badan dan Direktur Riset serta peneliti Senior seluruh negara G20, negara undangan (Spain dan Netherland) dan organisasi internasional (CGIAR, GRA, FAO, CABI, CIMMYT, IPPC, IFPRI, World Bank). Beberapa topik prioritas yang dibahas antara lain sustainable soil management, climate smart agriculture, transboundary plant pest, agricultural technology sharing and agroecosystem living labs (ALL).

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry dalam sesi “ Agricultural Technology Sharing” menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beberapa teknologi yang bisa diadopsi oleh negara-negara yang mempunyai permasalahan yang hampir sama. Teknologi tersebut antara lain: integrasi kalendar tanam dengan rekomendasi pemupukan dan serangan hama yang dibuat spesifik lokasi untuk setiap propinsi, integrasi tanaman dan ternak baik skala besar maupun kecil, pengelolaan untuk lahan rawa dan gambut, uji cepat tanah untuk petani, sejalan dengan Program FAO GSP tentang soil doctor, inventarisasi sumber GRK di tingkat kabupaten dan mempromosikan strategi mitigasi dan adaptasi untuk mengatasi perubahan iklim.

Fadjry juga menyampaikan tanggapan terhadap transboundary plant pests bahwa wabah hama juga terkait dengan hama yang resisten, karena cara penggunaan pestisida/herbisida yang tidak tepat. “Mungkin kita perlu memperluas jaringan untuk berbagi informasi tentang hama tanaman lintas batas ini, misalnya pestisida memungkinkan atau tidak diizinkan untuk digunakan di wilayah yang berbeda. Kami sangat mendukung untuk membangun sistem informasi untuk pemantauan masalah ini,” imbuhnya.

- Advertisement -

Hari kedua G20, sidang membahas tema climate change dan climate smart agriculture. Bertindak sebagai Delri, Husnain menyampaikan bahwa target Indonesia menurunkan emisi secara voluntary hingga 26% di 2020 dan 29% di 2030, memerlukan effort yang tinggi.

Untuk itu Indonesia telah melakukan berbagai upaya antisipasi perubahan iklim dengan upaya mitigasi dan adaptasi. Beberapa teknologi adaptasi dan atau mitigasi yang diusulkan adalah: pengelolaan bahan organik tanah (carbon stock) termasuk pemanfaatan biochar; peningkatan kualitas pakan ternak; pengembangan berbagai varietas adaptif terhadap kekeringan, banjir, salin, dan lain-lain; integrasi ternak dan tanaman khusus untuk kelapa sawit dan karet serta tanaman lainnya; dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.

- Advertisement -

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia sebagai host country dalam event terbesar dan penting terkait Climate Smart Agriculture Conference kerjasama IAARD dan GRA, pada 8-10 Oktober di Bali.

Pertemuan diakhiri beberapa kesepakatan yang telah disetujui semua negara anggota. Tantangan pertanian ke depan adalah menyediakan makanan sehat untuk populasi dunia yang berkembang, mengurangi kehilangan dan limbah pangan, meningkatkan produktivitas di bawah kondisi iklim dan ekonomi yang berubah, melindungi keanekaragaman hayati, menggunakan berbagai sumber daya genetik, memastikan akses ke data dan inovasi teknologi untuk semua petani di seluruh dunia, memerangi penyebaran global hama dan penyakit.

Tantangan semacam itu tidak dapat diatasi oleh hanya satu negara sendirian, tetapi kerjasama antar negara dan lembaga diperlukan untuk kemajuan agar diperoleh dampak nyata. Karena itu negara-negara G20 memutuskan untuk membuka jalan baru dalam mengembangkan strategi penelitian pertanian bersama serta dalam menerapkan format kerjasama baru.

Pertemuan tersebut juga menyepakati diadakannya pertemuan terkait perubahan iklim oleh semua negara anggota G20 di Jepang setelah acara di Bali, Indonesia.

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkini

Rakor Online dengan Ketua DPW se-Indonesia, Presiden PKS sampaikan 5 Hal ini

HarianNusa.com, Jakarta - Ditengah pandemi wabah Covid-19, Presiden PKS H. Moh. Sohibul Iman (MSI) melakukan rapat koordinasi secara online dengan ketua pengurus wilayah PKS...

Pasien RSUD NTB Meninggal, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi Akibat COVID-19

HarianNusa.com, Mataram - Masyarakat diminta untuk tidak cepat menyimpulkan jika ada pasien di rumah sakit yang meninggal dunia dengan gelaja mirip virus corona atau...

Pasar Burung Cakranegara Tak Luput dari Semprotan Disinfektan

HarianNusa.com - Gabungan personel dari TNI, Satbrimob polda NTB, Satsamapta Polresta Mataram bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja NTB melaksanakan penyemprotan disinfektan di Pasar...

Kasat Pol Airud Perintahkan Anggotanya Berjemur di Atas Kapal Guna Menghindari Penyebaran Virus Covid 19

HarianNusa.com, Lombok Barat - Seluruh personal Pol Airud Polres Lobar melakukan kegiatan berjemur dan olahraga pagi sebelum melaksanakan rutinitasnya. Kegiatan ini sesuai dengan arahan Kapolres...

INAgri: Sumberdaya Lokal untuk Cegah Covid-19

HarianNusa.com - Direktur Indonesia Agroteknologi Institut (INAgri), Syahroni, SP mengacungkan jempol pada upaya Badan Litbang Pertanian, Kementan, yang menginstruksikan semua laboratorium di lingkup Litbang...

Ini Maklumat Kapolri Upaya Mencegah Penyebaran COVID 19 di NTB

L HarianNusa.com, Mataram - Polda NTB pada Jumat, 27 Maret 2020, memasang sepaduk berisi maklumat dari Kapolri tentang tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat...

Rapat Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Mataram Hasilkan Sejumlah Pokok Pencegahan

HarianNusa.com, Mataram - Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh memimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Non Alam Corona Virus Desease (Covid-19) Kota...
- Advertisement -
- Advertisement -bebas

Berita Lainnya

- Advertisement -