fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Februari 27, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,322,866
Total Kasus
Updated on 26/02/2021 3:31 pm
Beranda Kota Mataram Dewan Salahkan Pemkot Terkait Meningkatnya Angka Pernikahan Dini di Kota Mataram

Dewan Salahkan Pemkot Terkait Meningkatnya Angka Pernikahan Dini di Kota Mataram

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram- Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Mataram Ir. Made Selamet salahkan pemerintah kota (Pemkot) Mataram terkait lambannya penanganan terhadap pernikahan anak usia dini di kota Mataram. Hal ini terbukti dengan semakin meningkatnya angka pernikahan dini di kota Mataram dari tahun ke tahun.

“Kita (Kota Mataram) tidak punya bamper untuk antisipasi,” kata Made. Selasa (7/5)

Terkait dengan pernyataan Pemkot melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany yang menyebut meningkatnya angka tersebut karena dipicu lemahnya tingkat ekonomi masyarakat dinilai Made sebagai sesuatu yang keliru. Karena pada kenyataannya, khusus di Kota Mataram, banyak kasus pernikahan dini terjadi justru karena hal-hal di luar ekonomi.

- Advertisement -

“Tidak semuanya karena faktor ekonomi. Faktor ekonomi tidak dominan. Karena ekonomi di kota Mataram bagus. Lapangan kerja juga banyak tersedia. Ini penyebabnya karena pergaulan. Karena saya lihat sudah terlalu bebas,” katanya.

Ketika ditanya pemicu utama tingginya angka pernikahan dini? Made menilai penyebab utamanya karena gempuran tekhnologi yang gagal dimaknai secara benar oleh generasi muda Kota Mataram. Hal ini diperparah dengan tidak adanya langkah nyata dari Pemkot untuk menanggulangi gejala gempuran tekhnologi yang menghancurkan mental generasi muda tersebut.

“Karena perkembangan tekhnologi. Ini belum diantisipasi. Jangankan orang tua, pemerintah (Kota Mataram) juga belum mengantisipasi dampak gempuran tekhnologi modern. Bahasa kasarnya hape. Kita gelagapan,” ujarnya.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, Made meyakini pada tahun-tahun yang akan datang angka pernikahan dini akan semakin meningkat di kota Mataram.

Untuk diketahui, data di tahun 2017, kasus pernikahan anak berusia 17 – 19 tahun berjumlah 229 kasus. Kasus ini mengalami peningkatan di tahun 2018 menjadi 283 kasus. (Sta)

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jalin MoU Dengan NSU Cheonan, Dobrak Iklim Pendidikan Indonesia-Korea di Tengah Pandemi

HarianNusa.com, Jakarta - Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA LIA) Jakarta melakukan penandatanganan kerja sama dengan Namseoul University (NSU), Cheonan, South Korea, Kamis (18/2/2021). MoU...

Puluhan Wartawan di NTB Ikuti UKW

HarianNusa.com, Mataram - Puluhan wartawan dari berbagai media baik online, cetak, dan radio di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia