fbpx
23 C
Mataram
Selasa, September 29, 2020
Update Covid-19 Indonesia
282,724
Total Kasus
Updated on 29/09/2020 9:56 am
Beranda NTB Pemprov NTB Gelar Rakor Percepatan Pembangunan Smelter & Industri Turunan di KSB

Pemprov NTB Gelar Rakor Percepatan Pembangunan Smelter & Industri Turunan di KSB

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.Com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Smelter dan Industri Turunan di KSB. Rakor dipimpin langsung oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah bersama Wakilnya Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan didampingi Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTB Ir. Ridwan Syah, M.Sc., MM., MTP, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa, (7/5/19).

Rakor juga dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan menghadirkan langsung Presiden Direktur PT. Amman Mineral (PT AM) Rachmat Makkasau yang akan melakukan pembangunan Smelter di KSB.

Dalam Rakor tersebut, Gubernur meminta secara langsung dari pihak PT Amman Mineral terkait kejelasan dari progress rencana pembangunan Smelter dan industi turunan lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat itu. Menurutnya, kejelasan progres tersebut sangat penting, agar pemerintah daerah bisa mengambil peran dalam membantu PT AM melakukan pembicaraan-pembicaraan menyakinkan perusahaan untuk berinvestasi di NTB.

- Advertisement -

“Jangan sampai publik menilai pemerintah tidak memiliki keseriusan. Masyarakat KSB ingin Smelter segera hadir, jangan sampai dikasih angin surge tapi tidak ada realisasinya,” ujar orang nomor satu di NTB itu.

Gubernur ingin mendapatkan kepastian secara jelas dari pihak PT AM terkait kapan konstruksi Smelter dan industri turunannya dimulai. Ia menginginkan ada progress terbaru terkait dengan pembangunan Smelter di KSB tersebut.

“Karena sampai sampai sekarang progress belum ada,” ungkap Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu.

Gubernur mengatakan pemerintah memiliki kepentingan besar dalam pembangunan Smelter dan Industri turunannya, hal ini berkaitan dengan mewujudkan industrialisasi di NTB. Pemerintah daerah akan membantu semaksimal mungkin agar proyek ini bisa berjalan baik, sehingga publik tidak menduga pemerintah tidak serius.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah provinsi juga menginginkan kejelasan terkait industri turunan pembangunan Smelter. Hal itu sebagai upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi kemajuan pembangunan tersebut. Seperti putra putri NTB yang ahli kimia, dengan kita sekolahkan bahkan perguruan tinggi di NTB bisa didorong untuk membentuk program studi kimia.

“Kenapa pemerintah meminta kejelasan, agar kami bisa menyiapkan sumber daya manusianya. Jangan sampai masyarakat jadi penonton di rumahnya sendiri,” tegasnya.

Tugas provinsi adalah memastikan semua investor diperlakukan dengan nyaman, tentunya dengan menciptakan NTB yang aman, nyaman dan ramah bagi dunia investasi. Pemerintah menyadari proses pembangunan Smelter tersebut tidaklah mudah, dan tentu membutuhkan nilai investasi yang cukup besar. Untuk itu pemerintah akan membantu PT AM dengan maksimal, minimal dengan melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan investor-investor yang akan membangun industri turunan dari smelter tersebut mau berinvestasi di NTB.

”Provinsi ingin dalam posisi meringankan beban PT Amman Mineral. Pemerintah akan membantu melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan industri turunan, seperti pabrik pupuk, pabrik semen, dan pabrik perkabelan agar mau berinvestasi di NTB,” pungkas Gubernur.

Sementara itu Presiden Direktur PT AM, Rachmat Makkasau menjelaskan progres pembangunan Smelter di NTB berjalan dengan baik. Hal ini sesuai dengan komitmen PT AM untuk membangun Smelter setelah mengambil alih perusahaan tambang dari PT NNT pada 2 November 2016 lalu.

Dijelaskan, semua proses di lapangan telah dilakukan, dengan survei lahan di mulai dari darat, laut dan udara. Untuk konstruksi pembangunan Smelter akan dimulai tahun 2019, dan kontruksi harus selesai pada pertengahan tahun 2022.

“Kalu lewat dari itu akan menjadi resiko besar bagi perusahaan kami,” ungkapnya.

Untuk penyerapan tenaga kerja, ia mengatkan Smelter tidak terlalu membutuhkan tenaga kerja banyak, berkisar 300 orang saja. Menurutnya yang membutuhkan tenaga kerja besar justru industri-industri turunan yang menyertai pembangunan Smelter, seperti pabrik semen, pabrik kabel, dan pabrik pupuk yang akan mengolah bahan baku dari hasil smelter di NTB.

“Saat ini kami baru sebatas MoU dengan industri turunan, kami persilahkan jika ada perusahaan lain yang siap untuk membangun industri turunan di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujarnya. (f3)

Ket. Foto:
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah didampingi wakilnya, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memimpin Rakor Percepatan Pembangunan Smelter dan Industri Turunan di KSB. (Istimewa)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Road Show di KSB, TP PKK NTB Konsisten Memberi Semangat dan Membangun Sinergi

HarianNusa.com, Sumbawa Barat - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia