fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Mei 22, 2020
Update Covid-19 Indonesia
20,162
Total Kasus
Updated on 22/05/2020 3:53 am
Beranda NTB Tangani Siklus Kemarau, ACT NTB Perluas Distribusi Air Bersih

Tangani Siklus Kemarau, ACT NTB Perluas Distribusi Air Bersih

HarianNusa.com, Lombok Timur – Aksi Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat (ACT NTB) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) kembali mendistribusikan kebutuhan air bersih untuk masyarakat Lombok, khususnya mereka yang tinggal di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Jumat (28/6).

Kepala Program ACT NTB Romy Saefudin mengatakan, Desa Sajang dan Biluk Petung menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan terparah saat ini.
“Sejak pemulihan gempa, ACT masih menyuplai kebutuhan air warga di kedua desa tersebut,” kata Romy.

Tidak berhenti sampai di situ, seiring meluasnya kekeringan, Romy mengatakan, ACT akan berikhtiar menambah armada untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga di beberapa desa Lombok Utara dan Lombok Timur.
“Selain itu, program Sumur Wakaf masih terus berjalan di beberapa lokasi yang dinilai sangat membutuhkan air bersih,” lanjut Romy.

ACT NTB melalui Global Wakaf pun tengah memetakan penambahan lokasi pengeboran Sumur Wakaf. Menurut keterangan Romy, asesmen masih dilakukan di daerah Gunung Sari, Lombok Barat dan Bayan, Lombok Utara, juga di beberapa wilayah Lombok Timur. “Sumur Wakaf ini akan dibangun untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga. Untuk lokasi yang kekeringannya tidak begitu parah akan disuplai dengan armada water tank sampai kondisi warga kembali normal,” lanjut Romy.

Program Sumur Wakaf pun akan diikhtiarkan menjangkau Bima, Dompu, dan Sumbawa. “Beberapa wilayah di sana juga mengalami kekeringan,” tambahnya.

PAda Kamis (27/6) lalu, Badan Metereologi dan Geofidika (BMKG) merilis status kekeringan di NTB yang sudah memasuki level Siaga. Provinsi ini sudah mengalami lebih dari 31 hari tanpa hujan (HTH).

Sementara itu, ahli sains atmosfer Tri Wahyu Hadi mengatakan, secara umum, iklim di Indonesia, termasuk Lombok, dikendalikan oleh sirkulasi monsun Asia-Australia, yakni aliran udara atau angin di lapisan bawah atmosfer yang melintasi ekuator di atas Indonesia dan berganti arah tiap setengah tahun. Selain perubahan curah hujan, dia menambahkan, ada peningkatan temperatur rata-rata hampir setiap bulan sebesar 0,5 derajat Celsius, sebagaimana dilansir dari laman, World Wide Fund.

Berita Populer Pekan Ini

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi(Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...

Gubernur NTB Terbitkan Keputusan Baru Soal Idul Fitri

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan keputusan terbaru yang mengatur tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah...

SKB Tentang Salat Idul Fitri DICABUT ! Gubernur NTB Serukan Salat Idul Fitri di Rumah dan Mall Ditutup

HarianNusa.com, Mataram - Pemerintah provinsi NTB mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang diperbolehkannya Salat Idul Fitri di daerah-daerah yang dinyatakan bebas Corona.“Kami mengimbau masyarakat...

Pemprov NTB Raih Predikat WTP untuk ke Sembilan Kalinya dari BPK

HarianNusa.com, Mataram - Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun...