HarianNusa.com – Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana perlu dilakukan.

Mitigasi adalah upaya untuk mengurangi risiko menjadi korban dari gempa atau bencana. Untuk gempa bumi diperlukan langkah-langkah mitigasi sebagai berikut:

Sebelum Gempa

Sebelum terjadinya gempa, pastikan kita telah menyiapkan sesuatu yang meminimalisir terkena dampak dari gempa tersebut.

1. Bangun rumah tahan gempa atau RTG. Tidak harus mahal, namun rumah dengan konstruksi bagus dan kuat dapat terhindar dari roboh saat gempa terjadi.

2. Pastikan perabotan Anda disimpan dalam kondisi aman. Paku lemari Anda dan alat-alat lain yang dapat terjatuh saat terjadi gempa.

3. Siapkan kotak P3K dan senter dilengkapi baterai di rumah Anda. Itu sangat berfungsi ketika terluka saat gempa atau jika membutuhkan penerangan saat gempa di malam hari

4. Pelajari jalur evakuasi pada tempat tinggal Anda. Terutama yang berada di pesisir pantai

5. Jangan lupa selalu sediakan uang kas untuk kebutuhan saat bencana terjadi. Karena tidak jarang, gempa membuat mesin ATM rusak

6. Hindari membangun rumah di zona rawan likuifaksi atau di wilayah rawan longsor

7. Pastikan Anda membeli tenda atau kemah untuk menyiapkan diri saat di pengungsian

Saat Gempa

1. Jangan panik dan selalu optimis bahwa Anda dan keluarga dapat selamat. Tidak lupa berdoa

2. Saat gempa terjadi dan posisi Anda di dalam ruangan, berlindung pada tempat yang kuat. Di bawah meja atau tempat yang aman untuk berlindung, atau segera keluar ruangan jika memungkinkan

3. Jangan gunakan lift jika gempa terjadi

4. Jika di luar ruangan, hindari tiang listrik, pohon atau bangunan yang mudah roboh. Selalu perhatikan kondisi

5. Pastikan tanah yang anda pijak tidak mengalami erosi. Hindari jika tanah melunak saat gempa

6. Jika berada di kendaraan, segera menepi dan turun. Lihat juga poin 4 di atas

7. Prinsip 20:20:20
Saat terjadi gempa dengan lama 20 detik, Anda harus mengungsi dalam waktu 20 menit pada ketinggian 20 meter

Setelah Gempa

1. Keluar dari dalam ruangan setelah terjadi gempa. Pastikan lihat ke atas dan waspada benda yang jatuh

2. Segera cari informasi pusat gempa untuk mendapatkan informasi apakah gempa berpotensi tsunami

3. Jangan kembali ke ruangan usai gempa, karena memungkinkan gempa susulan

4. Jika potensi tsunami tidak ada, namun gempa susulan masih ada dan cukup besar, bangun tenda darurat

5. Hindari merokok di tenda darurat, terutama tenda tersebut ada anak-anak dan perempuan

6. Jaga psikologi anak. Hibur dia, jangan membuat dia panik. Bawakan permainan kesukaannya

7. Jangan mudah percaya isu yang belum pasti kebenarannya seperti isu gempa susulan, tsunami, maling dan lainnya. (sat)

Komentar