fbpx
32 C
Mataram
Beranda NTB Prediksi Gempa Lombok Meresahkan, Ahli Geologi AS Minta Maaf

Prediksi Gempa Lombok Meresahkan, Ahli Geologi AS Minta Maaf

HarianNusa.com – Ahli Geologi AS, Prof. Rolland A. Harris meminta maaf setelah memberikan pernyataan tentang potensi gempa di Selatan Lombok.

Dia mengatakan, setelah seminar kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB dipublikasikan media, masyarakat NTB justru panik potensi gempa yang disampaikan.

Prof. Rolland sebelumnya menyebut potensi gempa di Selatan Lombok atau yang dikenal dengan zona subduksi. Di sana memiliki lempeng raksasa yang dikenal dengan lempeng Indo-Australia.

Melalui surat, mengucapkan permintaan maaf karena hasil penelitiannya bersama tim membuat rasa takut pada masyarakat.

“Saya meminta maaf atas rasa takut yang disebabkan presentasi saya tekait dengan hasil penelitian kami,” ucapnya, dalam surat yang diterima media ini, Senin, 15 Juli 2019.

Dia menjelaskan, berdasarkan penemuan mereka di lapangan, Palung Jawa sampai saat ini belum melepaskan energi yang sudah terkumpul selama 500 tahun. Sedikitnya gempa bumi besar selama kurun waktu tersebut menandakan bahwa ada kemungkinan munculnya gempa besar dengan magnitude 8 hingga 9.

“Banyak yang bertanya ‘kapan?’ tapi itu adalah pertanyaan yang salah untuk gempa bumi karena tidak mungkin ada yang bisa mengetahui kapan pastinya. Kami hanya ingin memberi tahu potensi gempa bumi di Palung Jawa dan perlu digarisbawahi bahwa palung ini memanjang dari Sumatra di barat sampai Sumba di timur, jadi belum tentu episenter gempa yang dimaksudkan akan terjadi di Lombok,” ungkapnya.

Dia menjelaskan potensi gempa hanya dapat diperkirakan tempat dan kekuatan, sementara waktu akan terjadi tidak dapat diprediksi. Prediksi kekuatan gempa berdasarkan sejarah kegempaan masa lalu di lokasi tersebut.

“Kami berharap masyarakat Lombok lebih berfokus pada kesiapsiagaan. Sebenarnya itulah maksud kedatangan kami ke Lombok, untuk membantu masyarakat memahami risiko dan mengajak untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” imbaunya.

Dia menyarankan agar masyarakat menghentikan pembangunan sebuah bangunan dengan material tidak bagus. Dia menganjurkan masyarakat menggunakan kayu.

“Tidak satu pun atau sedikit bangunan yang berbahan dasar kayu rusak karena gempa-gempa tahun 2018 di Lombok. Amankan barang-barang yang kemungkinan dapat menimpa anda ketika terjadi gempa,” jelasnya.

Bagi masyarakat di pesisir pantai, dia menyarankan menggunakan prinsip 20-20-20.

“Ketika merasakan gempa selama lebih dari 20 detik, meskipun tidak besar gempanya, Anda hanus mengevakuasi diri setelah gempa berhenti. Kemungkinan besar tsunarmi akan tiba dalam waktu 20 menit setelah gempa dan kemungkinan ketinggian tsunami akan mencapai 20 meter, jadi harus mengevakuasi diri ke tempat yang tinggi atau gedung tinggi yang minimal ketinggiannya 20 meter,” paparnya.

“Saya meminta maaf sekali lagi kalau pemaparan saya mengejutkan banyak pihak, tetapi lebih baik masyarakat tahu sehingga bisa mempersiapkan diri,” ucapnya. (sat)

Stay Connected

22,455FansSuka
6,320PengikutMengikuti
8,458PengikutMengikuti
1,453PelangganBerlangganan

Must Read

Alhamdulillah, Dua Pasien Positif Corona RSUD NTB Sembuh dan Dipulangkan

HarianNusa.com, Mataram - Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs.H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyatakan dua pasien Positif Corona (Covid-19) dinyatakan sembuh dan diperbolehkan...
- Advertisement -

Pasien PDP asal Lombok Barat yang meninggal Dinyatakan Negatif Corona

HarianNusa.com, Mataram - Sekretaris Daerah NTB selaku Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si menyampaikan seorang...

75 arang Diamankan dalam Operasi Pekat Polres Lombok Timur

HarianNusa.com, Lombok Timur - Polres Lombok Timur berhasil mengamankan 75 orang tersangka berikut puluhan barang bukti kendaraan, barang elektronik, miras serta uang tunai dalam...

Seratus Paket Sembako Dibagikan Korem 162/WB Bersama Inti NTB

HarianNusa.com, Mataram – Korem 162/WB bersama Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) NTB menyalurkan dan menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di...

Berita Populer Pekan ini

Angin Puting Beliung Terekam Kamera dari Area Bandara Internasional Lombok

HarianNusa.com, Lombok Tengah - Sebuah video angin puting beliung beredar dengan cepat melalui jejaring media sosial WhatsApp Minggu (5/4) Siang. Video ponsel...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

PHBS Strategi Tangkal Penyebaran Virus Versi Satgas Pandemi Covid-19 Unram

HarianNusa.com, Mataram - Satuan Tugas (Satgas) Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Universitas Mataram (Unram), yang dibentuk sebagai salah satu strategi kesiapan Unram dalam...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Pemprov NTB Fokus Pada Pencegahan Covid 19 & Penanganan Dampak Social Ekonomi

HarianNusa.com, Mataram - Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., memastikan kebijakan dan langkah yang akan diambil Pemprov NTB saat ini...