fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Mei 28, 2020
Update Covid-19 Indonesia
23,851
Total Kasus
Updated on 28/05/2020 6:13 am
Beranda Lombok Barat Warga Lombok Barat Keluhkan Irigasi Rusak Akibat Proyek Perumahan

Warga Lombok Barat Keluhkan Irigasi Rusak Akibat Proyek Perumahan

HarianNusa.com – Proyek pembangunan perumahan Sembung Palace di Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, kian membuat petani menderita. Petani di sana kesulitan mengairi sawah mereka karena irigasi rusak akibat proyek PT Maulana Raya Lombok tersebut.

Amak Murni, salah satu petani asal Dusun Karang Anyar, Sembung Barat, terpaksa harus membuat ulang saluran irigasi akibat saluran irigasi sebelumnya rusak akibat proyek perumahan.

Sejak proyek tersebut mulai berjalan, Amak Murni sudah mengkhawatirkan nasip sawah yang sehari-hari digarap olehnya. Betul saja, proyek tersebut merusak irigasi dan membuat padi di sawah kesulitan mendapatkan air. Amak Murni terpaksa harus beralih menanam singkong. Bahkan dia juga membuat saluran irigasi sendiri sebagai alternatif mengairi sawah.

“Lihat saja sekarang kondisi sawah kita, sangat kering. Dulu sebelum ada proyek itu sawah selalu banyak air. Sekarang irigasi rusak,” ungkapnya, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Amak Murni di tengah teriknya panas matahari, terus memacul tanah membuat saluran irigasi. Meskipun saluran irigasi buatannya mengairi air yang tidak sebanyak saluran irigasi sebelumnya.

“Mau gimana lagi pak. Padahal saya sudah lama bertani. Apalagi ini di daerah subur,” ucapnya.

Diduga, saluran irigasi milik petani sengaja dirusak agar petani mau menjual sawah mereka pada pengembangan.

Sawah yang digarap Anak Murni memang bukan miliknya, namun dia menggarap sawah milik orang, di mana pemilik sawah tersebut enggan menjual sawahnya pada pengembangan.

“Ini sawah sudah beberapa kali ditawarkan untuk dibeli. Tapi pemiliknya enggak mau, karena ini daerah subur,” jelasnya.

Memang benar sawah di Desa Sembung merupakan lahan produktif yang seharusnya bebas dari pembangunan perumahan. Lahan tersebut juga merupakan sawah berkelanjutan atau sawah abadi yang tidak boleh digusur untuk proyek permanen.

Kami berupaya mengkonfirmasi pada pengembangan dari PT Maulana Raya Lombok, namun saat dihubungi melalui telepon, panggilan kami tidak kunjung diangkat. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi(Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...

Maksimalkan Penanganan Covid-19 di NTB, Gubernur akan Tutup Bandara Selama Satu Bulan

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menggelar rapat terbatas membahas kebijakan yang akan diambil terkait kelanjutan penanganan Virus Corona...

Tempat Wisata Ditutup, Polisi Siagakan Anggota Saat Lebaran Ketupat

HarianNusa.com, Mataram - Polresta Mataram semakin meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan warga yang ingin datang ke tempat wisata saat Lebaran Ketupat hari Minggu mendatang. Mengingat...

67 Tenaga Medis di NTB Terpapar Virus Corona, 8 Diantaranya Dokter

HarianNusa.com, Mataram - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan kasus Corona di NTB menjelang lebaran mengalami peningkatan meskipun...