JAKARTA, Indonesia, 7 Agustus, 2019 — Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019, pameran makanan dan perhotelan terbesar yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia, resmi menutup edisi ke-15 nya pada 27 Juli 2019. Pameran ini sukses menghadirkan lebih dari 31,000 pengunjung, serta ribuan akses bisnis kepada lebih dari 1,000 produsen kuliner dan perhotelan terbaik dari 41 negara. Selama pameran, para pengunjung juga berkesempatan menggali wawasan bersama praktisi terbaik, sambil memperluas jejaring bisnis dengan para chef dan barista di kompetisi pionir di Asia Tenggara.

Untuk pertama kalinya, FHI 2019 menjadi tuan rumah kejuaraan antara tim barista terbaik di Asia Tenggara, Javaroma ASEAN Barista Team Championship. Sekitar 64 barista dari 16 tim di Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Laos berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Pemenang utama kompetisi ini adalah tim SG Expendable dari Singapura, diikuti oleh The Hungry Bird Roastery dari Indonesia sebagai juara kedua. Dr. AKP Mochtan, Deputy, Secretary General Sekretariat Asean, berkesempatan untuk menyerahkan hadiah kepada tim terbaik dalam kompetisi ini.

FHI juga menggelar kompetisi kuliner kelas dunia paling bergengsi, The 12th Salon Culinaire. Kompetisi ini diikuti oleh 859 peserta yang terbagi dalam 26 kelas. Para peserta Salon Culinaire hadir dari Korea Selatan, Malaysia, Brunei, Taiwan, dan 10 kota lainnya di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Palembang, Batam, Bali, Surabaya, Solo, Medan, dan Bogor. Total medali yang dikeluarkan dalam kompetisi ini: 28 medali emas, 100 medali perak, dan 232 medali perunggu serta 313 penghargaan Diploma.

Food & Hotel Indonesia 2019

Kompetisi pionir lain dari FHI yaitu Tea Masters Cup Indonesia, yang dimenangkan oleh Othniel Giovanni dari Indonesia untuk kategori Tea Preparation & Tea Pairing, serta Cakra Virajati sebagai pemenang kategori Tea Mixology. Mereka akan bertanding ke tahap kompetisi internasional selanjutnya, Tea Masters Cup International.

“Pameran ini berhasil menarik ribuan ahli dan penggemar kuliner terkemuka untuk bereksplorasi dengan teknik memasak terbaik, apalagi didukung peralatan canggih yang kami pamerkan. Merupakan kebutuhan primer pelaku bisnis untuk terus mengasah kemampuannya, sambil menjaring potensi baru, yang kami hadirkan melalui Business Matching Program,” ujar Astied Julias, Event Director FHI 2019.

Berkomitmen untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, sekaligus memperkuat Indonesia di pasar regional, FHI juga menggelar Business Matching Program. Untuk pertama kalinya di FHI, pembeli dan peserta pameran dapat berdiskusi langsung, membahas peluang kolaborasi bisnis, yang disambut antusias oleh lebih dari 160 pertemuan bisnis selama pameran. FHI juga menghadirkan Coffee Village yang ditujukan untuk startup dan pemilik bisnis, agar setiap peserta dapat memilih alternatif platform sesuai kebutuhannya. Mendorong pasar baru dengan inovasi, penetapan standar juga menjadi hal penting untuk keberlangsungan bisnis, salah satunya lewat standar makanan halal.

“Ketika Anda menetapkan standar, dampaknya tidak hanya untuk pertumbuhan bisnis, melainkan memperkukuh identitas merek Anda untuk bersaing di sektor global, ujar Supandi, Ketua Masyarakat Standardisasi (MASTAN), dalam sesi seminar.

Tak kalah penting ialah menetapkan pesan merek yang menarik, demi memperkuat roda bisnis. Apalagi, di tengah waktu yang serba terbatas, keputusan konsumen banyak didominasi oleh logo dan reputasi merek, seperti dipaparkan dalam sesi seminar tentang Packaging dan Branding Industri 4.0 oleh Federasi Pengemasan Indonesia (IPF).

Melanjutkan kesuksesannya, FHI akan terus berinovasi dengan teknologi kuliner dan perhotelan unggulan, serta menghadirkan pemain industri terbaik, dalam ajang FHI edisi selanjutnya, 28 – 31 Juli 2021.

Komentar