fbpx
31 C
Mataram
Jumat, Februari 28, 2020

Desa Inovasi, Implementasi Blue Economy di Indonesia

Populer Pekan ini

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Tak Kuat Hidupi 2 Istri, Pedagang Sayur di Gunungsari Nekat Mencuri

HarianNusa.com, Mataram – Polsek Gunungsari meringkus seorang pria yang diduga membobol rumah warga dan mencuri uang puluhan juta. Polisi menangkap pelaku pada Minggu (07/01)...

HIPO Bantah Bergerak di Bidang Investasi

HarianNusa.Com, Mataram - Himpunan Pengusaha Online (Hipo) membantah tudingan menghimpun dana masyarakat berdalih donasi dengan keuntungan yang dijanjikan. Ketua DPP LBH Hipo, Usin Abdisyahputra...

Dikunjungi Ketua Majelis Syuro PKS, Raja Pemecutan Pastikan tidak Ada Islam Fanatik di Bali

HarianNusa.com, Bali -- Raja Pemecutan Ida Tjokorda Pemecutan XI menegaskan tidak ada Islam fanatik di Bali. Hal ini ia ungkapkan saat menerima...

Paling Banyak Dibaca

Misteri Telapak Tangan yang Gegerkan Warga Lombok Terpecahkan

HarianNusa.com, Mataram – Misteri jejak telapak tangan di tembok rumah warga di Lombok pasca gempa menemui titik terang. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi dan TNI,...

Mengenang 40 Tahun Bencana Tsunami di Lombok dan Sumbawa

HarianNusa.com, Mataram – Pada Jumat 19 Agustus 1977 menjadi hari yang buruk bagi masyarakat Sumba, NTT. Di hari kelabu tersebut terjadi gempa bumi yang...

Ahli Geologi AS Peringatkan Bahaya Gempa di Selatan Lombok

HarianNusa.com - Ahli Geologi dan Tektonik Amerika Serikat, Prof Rolland A. Harris menggelar sosialisasi kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, di Mataram, Kamis, 4...

Tak Terima Diputusin, Pria di Lotim Sebar Foto Bugil Kekasihnya

HarianNusa.com, Lombok Timur – Sungguh tak patut ditiru aksi yang dilakukan oleh seorang pria berinisial KB (20) asal Dusun Banjar Getas Desa Banjar Sari...
- Advertisement -

HarianNusa.com, Jakarta – “Blue Economy sudah di mulai dari 2010, kita menginisiasi konsep blue economy untuk Indonesia. Sekarang kita tengah kembangkan dengan Desa Inovasi dari hulu ke hilir. Contohnya seperti budidaya ikan gabus, dari hulu kita mulai pembenihan, lalu proses sampai menjadi albumin. Albumin adalah ekstrak dari gabus untuk membantu pemulihan pasca operasi dalam hal regenerasi sel. Hal ini membuktikan bahwa produk hasil natural resources selain dapat dikonsumsi, juga memiliki added value yang tinggi. Saat ini BRSDM KKP tengah mengembangkan albumin di Desa Gabus di Ciseeng. Selain itu terdapat Kampung Nila di Dusun Bokesan, Sleman; Kampung Rajungan di Desa Betahwalang, Demak; Kampung Sidat di Desa Kaliwungu, Cilacap,” tutur Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja.

Hal tersebut disampaikan Sjarief dalam Diskusi Panel Workshop Blue Economy Indonesia-Australia, pada 27 Agustus 2019, di Shangri-La Hotel Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bekerja sama dengan University of Tasmania (UTAS) Australia, pada 27 Agustus 2019.

Dalam paparan bertema ‘Tantangan dalam Pengembangan Kapasitas SDM Perikanan dan Kelautan Bagi Implementasi Blue economy di Indonesia’ pada sesi diskusi panel workshop, Sjarief turut memaparkan perihal optimalisasi industri perikanan melalui program Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) serta sistem logistik ikan. “Konsep SKPT adalah mengintegrasikan rantai nilai bisnis perikanan dalam satu lokasi. 20 pulau terluar sebagai SKPT, yakni Natuna, Simeulue, Tahuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Tual, Mimika, Sarmi, Moa, Rote Ndao, Anambas, Sumba Timur, Buton Selatan, Enggano dan Sabang. Dengan demikian, tahapan mulai dari pendaratan ikan, pengolahan ikan, hingga pemasarannya dapat dilakukan secara efektif dan efsien,” jelas Sjarief.

- Advertisement -

“SKPT menyediakan seluruh sarana dan prasarana bisnis perikanan seperti pelabuhan ikan, tempat pelelangan ikan, coldstorage, tempat perbaikan kapal, penyediaan bbm, karantina untuk ekspor hingga tempat penginapan untuk nelayan. Konsep SKPT juga bertujuan menciptakan sisem logistik ikan yang lebih efsien karena dekat dengan pasar ekspor. Ekspor hasil perikanan dari SKPT ke negara terdekat pun diharapkan akan menjadi ‘sirip’ yang menggerakkan perekonomian di wilayah-wilayah perbatasan,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa, dipaparkan Sjarief, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah kepemimpinan Menteri Susi Pudjiasuti, menekankan tiga pilar misi yakni misi kedaulatan (sovereignty), misi keberlanjutan (sustainability), dan misi kesejahteraan (prosperity).

“Kedaulatan diartikan sebagai kemandirian dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya kelautan dan perikanan dengan memperkuat kemampuan nasional untuk melakukan penegakan hukum di laut demi mewujudkan kedaulatan secara ekonomi. Keberlanjutan dimaksudkan untuk mengelola dan melindungi sumberdaya kelautan dan perikanan dengan prinsip ramah lingkungan sehingga tetap dapat menjaga kelesarian sumberdaya. Kesejahteraan dimaknai bahwa pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam kaitan ini, KKP senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap seluruh stakeholders kelautan dan perikanan, yakni nelayan, pembudidaya ikan, pengolah/pemasar hasil perikanan, petambak garam, dan masyarakat kelautan dan perikanan lainnya,” tutur Sjarief.

- Advertisement -

Workshop bertujuan untuk mendeseminasikan iptek dan riset terkini tentang kemaritiman, pengelolaan pelabuhan, dan perikanan dengan pendekatan blue economy serta mempromosikan kerjasama penguatan sumber daya manusia (capacity development) yang saling menguntungkan antara institusiinstitusi pemerintah dan swasta Indonesia dengan UTAS.

Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Tukul Rameyo Adi (Staf ahli Bidang Sosio Antropologi Kemenko Maritim); Cris Kuntadi (Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhuhunganl); serta Michael van Balen (Principal of the Australian Maritime College).

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkini

Pemda Sapa Desa, Bupati Lobar Serap Aspirasi Masyarakat Batu Layar

HarianNusa.com, Lombok Barat -Program Pemda menyapa Desa yang tengah digalakkan Pemda Lombok Barat (Lobar) saat ini secara intensif terus menyambangi masyarakat. Program terobosan yang...

Modifikasi Cuaca, BPPT Operasikan Flare Antisipasi Curah Hujan Tinggi

Jakarta, 27 Februari 2020 : Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) menambah armada dengan teknik bahan semai flare untuk memperkuat operasi TMC (Teknologi Modifikasi...

Hingga Februari, Forum LLAJ Lombok Barat Terima 11 Aduan

HariqnNusa.Com, Lombok Barat - Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Lombok Barat (Lobar) mencatat Hingga bulan Februari ini ada sebelas aduan yang masuk. Seluruh...

Peringatan HUT Ke-70 SatPol-PP dan HUT ke-58 Sat-Linmas Tahun 2020 Akan Dipusatkan di Mataram

HarianNusa.Com, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) setiap tahunnya menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Pada tanggal 3...

“Berkain”, Cara Mencintai Budaya Bangsa

HarianNusa.com, Mataram - Peran wanita dalam membantu pembangunan Provinsi NTB kian terasa. Banyaknya organisasi - organisasi wanita cukup mampu mendorong perekonomian masyarakat, melestarikan budaya...

Sinergi PLAN International Bersama Pemda NTB, Dedikasi Untuk Masyarakat

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai mitra kerja pemerintah yang fokus bergerak memajukan dan memperjuangkan kesetaraan hak anak-anak dan perempuan, kiprah PLAN International di NTB telah...

Wagub Ajak Organisasi Perempuan di NTB Gaungkan Tenun

HarianNusa.com, Mataram - Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah hadir merayakan HUT...
- Advertisement -
- Advertisement -bebas

Berita Lainnya

- Advertisement -