HarianNusa.Com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Aksara Lombok Barat ikut meramaikan perayaan Hari Aksara Internasional 2019 yang digelar di Lapangan Karebosi Kota Makasar Sulawesi Selatan, Jum’at (6/9/19).

PKBM yang beralamat di Dusun Berambang Desa Kuripan Timur Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat ini hadir menampilkan produk lokal yang dibina dan dikembangkannya. Selain itu, PKBM ini mempresentasikan aktifitas layanan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua PKBM Tunas Aksara, Nasrullah Wijaya Kusuma yang dihubungi di tempat terpisah memastikan, kehadiran mereka di Makasar juga karena dinilai berprestasi oleh Kementerian.

"Selain penghargaan kepada Bupati, apresiasi diberikan kepada PKBM Tunas Aksara karena mendapatkan 2 penghargaan nasional, yaitu Juara 2 Peserta didik Keaksaraan Dasar (KD) atas nama Nuribek dan Juara 3 Nasional di bidang Kelembagaan PKBM (Satuan Pendidikan Non Formal)," papar Nasrullah dalam siaran pers yang disampaikan Humas Protokol Setda Kabupaten Lombok Barat.

Di Lombok Barat sendiri, dari total warganya dalam rentang usia 14-58 tahun, masih terdapat 15 persen warganya yang buta aksara. Kondisi tersebut hanya lebih baik dari kondisi Kabupaten Lombok Utara yang mencapai 33 persen, namun lebih banyak dari Kabupaten Lombok Tengah yang mencapai 11,5 persen.

Kondisi keaksaraan secara nasional untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga masih memprihatinkan. Dengan data yang sama secara nasional, Provinsi NTB hanya menduduki posisi ke-2 dari bawah dengan prosentase mencapai 8 persen buta huruf, lebih baik dari Provinsi Papua yang mencapai 25 persen.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat segera berbenah menjalankan program pemberantasan buta aksara.

Menurut Kepala Bidang PAUD PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Hj. Rosdiana, Lombok Barat diapresiasi kementerian karena mampu mengurangi angka buta huruf tersebut secara signifikan.

"Tahun ini saja kita mampu mengentaskan 5.800 orang untuk Keaksaraan Dasar dan lebih dari 4000 orang untuk keaksaraan fungsional," aku Rosdiana.

Pihaknya, tambah Rosdiana, menindaklanjuti lagi dengan menerbitkan Sertifikat Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) yang membuktikan bahwa mereka telah melek aksara.

"Kita sinergikan antara kebijakan nasional dengan kebijakan daerah. Kita pun tetap melestarikan melek aksara itu dengan multikeaksaraan dengan memfungsikan pengetahuannya melalui kewirausaahaan mandiri," terang Rosdiana.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid sendiri hadir ke Makasar dalam rangka menerima Anugerah Aksara 2019 tersebut. Bersama Bupati Lombok Tengah, Walikota Balikpapan, Bupati Tangerang, Bupati Bone, Bupati Kepulauan Mentawai, dan Bupati Timor Tengah Selatan, dianggap berjasa dalam percepatan pemberantasan buta aksara di daerah masing-masing.

Rencananya, anugerah tersebut akan diberikan langsung pada Sabtu, (7/9/19) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Efendi.

Dalam perayaan Hari Aksara Internasional 2019 yang jatuh setiap tanggal 8 September, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar aneka kemeriahan sejak tanggal 5 sampai 8 September 2019. Kemeriahannya diisi oleh aneka pameran dari PKBM berbagai daerah se-Indonesia.

Selain pameran aneka produk, juga digelar pameran buku, uji kompetensi berbagai keahlian, dan festival literasi yang menampilkan para sastrawan Makasar yang membacakan puisinya. (f3)

Komentar