HarianNusa.Com – Usia pernikahan mempengaruhi terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Semakin dewasa usia pernikahan tentu akan berpengaruh pada kualitas rumah tangga itu sendiri.

Membentuk rumah tangga berkualitas selain bibitnya berkualitas tentu juga pasangan tersebut harus dewasa supaya bisa membina dan mempertahankan rumah tangga sakinah mawadah warahmah. Jika pasangan suami istri tersebut sudah dewasa dengan demikian dia akan menyikapi segala permasalahan dalam rumah tangganya dengan dewasa pula.

"Memang dalam agama kita membolehkan menikah kalau sudah Aqil baligh, namun saat ini kan bagaimana membentuk rumah tangga yang berkualitas," ungkap Politisi PPP, TGH. Hazmi Hamzar di Mataram, Selasa, (17/9/19).

Usia sembilan belas tahun, menurutnya, adalah awal kedewasaan saja. Ia lebih condong agar pernikahan tersebut dilakukan setelah calon suami/istri tersebut menempuh pendidikan Strata satu (S1). Karena ia menilai, di usia tersebut mereka bisa berpikir dan bersikap dewasa dalam membina rumah tangga yang berkualitas.

"Suaminya sudah dewasa perempuannya juga sudah dewasa dengan demikian kalau dia sama-sama dewasa nantinya dia tidak terlalu gampang memutuskan sesuatu itu dengan cara yang emosional," kata Anggota Fraksi PPP DPRD NTB itu.

Pimpinan Ponpes Maraqit Taklimat Mamben Lauk itu berpendapat, semakin dini usia pernikahan, pasangan tersebut cenderung tidak mengerti tanggung jawab dalam rumah tangga.

"Bagaimana dia akan membangun sebuah rumah tangga sakinah sementara dia tidak tahu tugas tanggung jawabnya," ujarnya.

Ia berharap, agar bagaiman merubah mindset berfikir masyarakat menyangkut persoalan rumah tangga dengan pendewasaan usia pernikahan.

"Nah saya berharap semua kita juga harus mendewasakan masyarakat kita dalam berpikir menyangkut soal pembina rumah tangga," harapnya.

"Kalau di sekolah saya itu diperketat betul yang namanya syarat mereka untuk menikah, paling enggak tamat SMA atau Aliyah," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui RUU Perkawinan telah menyepakati usia minimum menikah bagi laki-laki dan perempuan yakni (sembilan belas) tahun. (f3)

Ket. Foto:
Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PPP, TGH. Hazmi Hamzar. (HarianNusa.Com/f3)

Komentar