HarianNusa.Com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah terus memantau dan memerintahkan agar evakuasi warga NTB korban kerusuhan di Papua segera mendapatkan pelayanan dan dievakuasi dari Wamena ke Jayapura. Mewakili Pemprov NTB, Gubernur juga berterimakasih serta mengapresiasi warga Bima Dompu dan pihak terkait, khususnya Kemensos RI, TNI dan Polri yang telah sangat membantu warga NTB di sana.

“Perkembangan info terakhir pengungsi yang ada di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat sebanyak 37 orang sudah semuanya berhasil dievakuasi ke Jayapura. Tapi masih ada 13 yang mengungsi di Kodim dan 5 orang di Yalimo”, terang Kadis Sosial NTB setelah intens berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak di Wamena.

“Bahkan, Pak Gub sudah setuju untuk mengevakuasi dari Wamena dengan pesawat komersial. Tapi pesawatnya yang tidak ada dalam dua hari ini. Baru terjadwal lagi tanggal 3 – 4 Oktober,” ujar Kepala Dinas Sosial NTB, Dra. T. Wismaningsih Dradjadiah, dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Minggu (29/09/19).

Ia menjelaskan, Kabid dan Koordinator Tagana Provinsi NTB juga telah berangkat ke Papua hari ini. Pemprov NTB melalui Dinas Sosial juga telah mengirimkan bantuan dana untuk logistik dan obat-obatan untuk warga NTB di Wamena dan Jayapura. Sementara itu, Dukungan logistik dari Kemensos RI telah berangkat hari ini.

Dijelaskannya bahwa koordinasi terus diintensifkan bersama jajaran. Termasuk pengiriman bantuan dan obat-obatan dari Dinas Kesehatan NTB. Begitu pula koordinasi bersama
Letkol pnb Arief Sujatmiko Komandan Detasemen Wamena yang dilakukan oleh Kadishub NTB.

Ia berharap, upaya evakuasi warga NTB di Papua ini berjalan dengan mulus tanpa adanya korban. “Yang jelas, saat ini Gubernur telah memerintahkan jajarannya untuk terus memantau kondisinya. Setiap perkembangan akan dilaporkan dan disikapi segera. Kita tunggu dan mari sama-sama kita doakan kondisi warga kita di sana,” pungkasnya. (f3)

 

Gubernur Papua, Lukas Enembe menemui pengungsi rusuh Wamena di Makodim Jayawijaya, Rabu (25/9)/Istimewa 
Komentar