fbpx

DPR Apresiasi Presiden Pilih Mentan Dari Indonesia Timur Yang Berkualitas

Populer Pekan ini

Ini Cara Mitigasi saat Ge...

HarianNusa.com - Indonesi...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut...

HarianNusa.Com, Jakarta -...

Yamaha All New XSR 155, M...

HarianNusa.Com, Mataram -...

Paling Banyak Dibaca

Misteri Telapak Tangan ya...

HarianNusa.com, Mataram –...

Mengenang 40 Tahun Bencan...

HarianNusa.com, Mataram –...

Ahli Geologi AS Peringatk...

HarianNusa.com - Ahli Geo...
- Advertisement -

HarianNusa.com, Jakarta – Anggota DPR RI dapil NTB, H. Johan Rosihan, ST mengapresiasi pilihan Presiden Jokowi kepada Syahrul Yasin Limpo yang masih merepresentasikan Indonesia Timur. Ia berharap, masih ada kesempatan untuk memeratakan pembangunan terutama infrastruktur pekerjaan umum, maupun infrastruktur bidang pertanian sehingga ada keseimbangan merata di seluruh wilayah Indonesia baik di pulau Jawa maupun luar Jawa.

Legislator PKS ini mengatakan, lahan padi yang puso akibat kekeringan mencapai 31 ribu hektar hingga Juli 2019 banyak terjadi di Indonesia Timur, seperti NTB, NTT, Kalimantan dan Sulawesi. Area kekeringan tahun ini meningkat tajam dari tahun lalu yang berkisar 26 hingga 28 ribu hektar. Pembangunan waduk, irigasi tersier sangat penting bagi antisipasi terhadap kekeringan.

“Saya meyakini, kami di DPR dapat bekerjasama dengan pemerintah terutama bidang pertanian, perikanan dan kehutanan demi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia termasuk Indonesia Timur. Hal-hal yang baik di periode 5 tahun lalu kita pertahankan, yang kurang baik langsung di perbaiki sehingga periode ini, kepemimpinan Jokowi dapat memberikan kepuasan yang lebih baik dari periode sebelumnya”, tutur Johan.

- Advertisement -

Politisi PKS ini menjelaskan, bahwa Sektor pertanian dari hulu sampai ke hilir akan membutuhkan dana besar yang benar-benar baru bukan dari APBN. Banyak yang perlu diurai untuk memperkuat sektor pertanian sehingga dapat mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Bila mengacu pada data BPS, indeks kepemilikan lahan hanya 0,3 ha/KK, dan dimiliki oleh lebih dari 14 juta KK.

Selama ini APBN belum memberikan dampak signifikan pada pengelolaan lahan sehingga misi swasembada belum tercapai. Johan Berharap periode ini pemerintah mampu mewujudkannya.

“Saya berharap, semua petani seluruh Indonesia, termasuk Indonesia Timur, diberikan kemudahan dengan kebijakan pemerintah yang pro rakyat, mulai dari inovasi yang terasa sampai bawah, infrastruktur pendukung produksi pangan yang memadai, sampai perbaikan tata niaga pangan yang sampai saat ini masih carut marut. Selamat Bekerja Kabinet Kerja II. Semoga lima tahun kedepan mampu memberikan kepuasan kepada rakyat Indonesia, terutama petani, petambak dan masyarakat pedesaan”, tutup Johan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkini

Potensi Mineral Kelas Dun...

HarianNusa.com, Jakarta ...

Diresmikan Wapres, Bank W...

HarianNusa.com, Lombok Te...

Silaturrahim di Bagu, Gub...

HarianNusa.com, Lombok Te...

Wapres Apresiasi Langkah ...

HarianNusa.com, Lombok T...

HIPO Bantah Bergerak di B...

HarianNusa.Com, Mataram -...

Kunjungi Lombok, Wapres K...

HarianNusa.Com, Lombok Te...

Safari Subuh, Gubernur Aj...

HarianNusa.com, Lombok Te...

Berita Lainnya

- Advertisement -