Pemprov NTB dan Unram Kerjasama Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Desa

HarianNusa.Com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Universitas Mataram (Unram) melakukan kerjasama dalam melaksanakan seminar internasional yang akan berlangsung 20-23 Oktober 2019 di Aruna Senggigi Resort and Convention. Seminar ini akan berfokus pada pembangunan berkelanjutan di desa.

Kegiatan yang dinamakan International Seminar on Rural Sociology and Community Development ini bertema "Implementing Rural Sciences for Sustainable Development Goals Achievement". Kegiatan ini juga melibatkan ARSA (Asian Rural Sociological Association) dan Lombok Friendly dalam proses penyelenggaraannya.

Seminar yang terlaksana dengan kerjasama lintas institusi ini akan dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Zulkieflimansyah, S.E,M.Sc, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Lalu Husni, S.H.,M. Hum, Mantan Presiden ARSA, Rosiady Sayuti, Ph.D sebagai Keynote Speakers. Sementara itu, hadir juga Prof. Koichi lkegami, Ph.D, Prof. Motoki Akitsu, Dr. Kiah Smith, Guoqing Li, dan masih banyak lagi ahli lain yang akan menjadi lnvited Speakers.

Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M. S.i, selaku ketua kegiatan tersebut menyatakan hal ini merupakan upaya kolaborasi antara pemerintah dengan universitas guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di desa karena kegiatan ini disertai dengan presentasi dan publikasi hasil penelitian dari berbagai pihak.

"Ini adalah momentum kolaborasi yang baik untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di desa," ungkapnya Saatchi konfrensi pers awak media di Ruang Raped Kantor Bappeda Provinsi NTB, Selena, (19/11).

Dia menambahkan, wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah pedesaan yang potensial sehingga kebijakan dan studi yang berhubungan dengan pedesaan sangat dibutuhkan.

"Dibutuhkan penelitian dan kebijakan yang tepat untuk membangun wilayah pedesaan kita. Potensi pedesaan kita sangat besar. Itulah sebabnya acara ini dilakukan, supaya kebijakan-kebijakan yang dihasilkan nanti berdasarkan riset dan pro masyarakat pedesaan," tambahnya.

Agus berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah yang baik bagi pemerintah, akademisi, praktisi dan semua instistusi atau komunitas masyarakat untuk berkontribusi bagi pembangunan di wilayah NTB. Selain itu, la juga berharap kegiatan seminar ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Seminar rencananya akan dihadiri 156 orang dari 6 negara dan akan menghadirkan pakar-pakar dari negara peserta yang akan membahas topik-topik yang diangkat dalam seminar nantinya.

Agus menjelaskan bahwa seminar akan mengangkat isu-isu lokal seperti penurunan angka kemiskinan, desa wisata, mitigasi bencana serta isu sosial lainnya.

"Dengan harapan ada praktek-praktek yang bisa kita pelajari," ungkapnya. (f3)

Ket Foto:
Kegiatan Konfrensi pers di Ruang Rapat Kantor Bappeda Provinsi NTB. (HarianNusa.Com/f3)