fbpx
31 C
Mataram
Kamis, Februari 27, 2020

Bawa Dua Bilah Pisau, Seorang Pria Tak Dikenal Terobos Pos Jaga Polda NTB

Populer Pekan ini

Ini Cara Mitigasi saat Ge...

HarianNusa.com - Indonesi...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut...

HarianNusa.Com, Jakarta -...

HIPO Bantah Bergerak di B...

HarianNusa.Com, Mataram -...

Potensi Mineral Kelas Dun...

HarianNusa.com, Jakarta ...

Paling Banyak Dibaca

Misteri Telapak Tangan ya...

HarianNusa.com, Mataram –...

Mengenang 40 Tahun Bencan...

HarianNusa.com, Mataram –...

Ahli Geologi AS Peringatk...

HarianNusa.com - Ahli Geo...
- Advertisement -

HarianNusa.Com, Mataram – Pada Rabu 1 Januari 2020, seorang yang tak dikenal masuk ke dalam Mako Polda NTB dengan cara menggunakan sepeda motor menerobos penjagaan SPKT Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S I.K., menjelaskan kronologis kejadian, dimana pada pukul 14.30 Wita, seseorang tidak dikenal dalam kondisi mabuk menggunakan sepeda motor masuk menerobos penjagaan depan Polda NTB, oleh petugas jaga dan piket dilakukan upaya paksa pengamanan terhadap pelaku.

Diketahui laki-laki tersebut bernama Irfan Arahman, (50 tahun) beralamat di Karang Sukun Jalan Rebana No.11 Mataram NTB, pekerjaan Pengangguran.

- Advertisement -

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 2 bilah pisau ( pisau dapur dan pisau lipat ) diamankan di dalam saku celana dan 1 unit sepeda motor honda astrea plat No. EA 3473 AR warna Hitam,” jelas Artanto.

Atas kejadian tersebut petugas melakukan upaya paksa pengamanan terhadap pelaku, mengamankan barang bukti (BB), pemeriksaan pelaku dan saksi saksi, pengembangan terhadap pelaku, melakukan penggeledahan badan dan rumah pelaku, berkoordinasi dengan ketua RT dan warga tentang prilaku keseharian pelaku, berkoordinasi dengan Satgaswil Densus 88 NTB untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap kemungkinan pelaku masuk jaringan kelompok radikal ( dengan hasil pelaku tidak masuk dalam jaringan kelompok radikal ).

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, Dra. Rahmi dan Ratnawati yang merupakan kakak kandung pelaku menerangkan, bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sejak 8 tahun lalu. Demikian juga dengan Intan sumarni yang merupakan Istri pelaku mengakui hal yang sama bahwa pelaku mengalami gangguan mental sejak 8 tahun Islam.

- Advertisement -

“Pelaku mengaku habis minum 2 botol tuak dan belum bisa memberikan penjelasan alasan masuk ke dalam Mako Polda NTB karena masih bingung. Keterangan berubah-berubah karena kondisi masih dalam keadaan mabuk,” jelasnya saat memberikan konfirmasi atas kejadian tersebut, Rabu malam, (01/01/2020).

Untuk rencana selanjutnya penyidik akan melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap pelaku, beroordinasi dengan RS Jiwa untuk dilakukan observasi melakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

- Advertisement -

Ket. Foto:
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S I.K memberikan konfirmasi terhadap kejadian penerobosan Pos Jaga SKPT Polda NTB. (istimewa)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkini

Peringatan HUT Ke-70 SatP...

HarianNusa.Com, Jakarta –...

“Berkain”, Ca...

HarianNusa.com, Mataram -...

Sinergi PLAN Internationa...

HarianNusa.com, Mataram -...

Wagub Ajak Organisasi Per...

HarianNusa.com, Mataram -...

ACT NTB Kirim Tim Disaste...

HarianNusa.com, Lombok ti...

Bangli dan Lombok Barat S...

HarianNusa.Com, Lombok Ba...

Gubernur Minta Kades se N...

HarianNusa.com, ataram - ...

Berita Lainnya

- Advertisement -