fbpx
23 C
Mataram
Selasa, Juli 14, 2020
Update Covid-19 Indonesia
76,981
Total Kasus
Updated on 13/07/2020 4:28 pm
Beranda Kemanusiaan BNPB: Stop Bantuan Pakaian Layak Pakai, Kecuali Ada Permintaan

BNPB: Stop Bantuan Pakaian Layak Pakai, Kecuali Ada Permintaan

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau masyarakat untuk menghentikan pemberian bantuan berupa pakaian layak pakai ke lokasi bencana, kecuali ada permintaan. Hal ini disampaikan melalui laman resmi BNPB di jejaring media sosial Facebook, Selasa (14/01/2020).

“Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran ini orang niat bantu atau buang sampah”, ungkap Andi Suka seperti ditulis dalam laman tersebut.

Sumbangan atau bantuan masyarakat dalam bentuk pakaian layak pakai memang tidak sedikit. Tumpukan pakaian bekas itu kemudian harus dlipilah dan dipilih karena tidak seluruhnya layak untuk disalurkan kepada korban bencana alam.

- Advertisement -

“Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak”, lanjut tulisan bertanggal 12 Januari 2020 itu.

Berikut tulisan lengkap laman resmi BNPB tersebut.

Bogor, 12 Januari 2020 

Stop Bantuan Pakaian layak pakai ke Lokasi Bencana manapun kecuali ada permintaan.

Jadikan pelajaran di berbagai lokasi bencana jadi sampah berserakan mengakibatkan timbulnya masalah baru dalam penanganan bencana. 

Contoh saat ini yang terjadi di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, pakaian layak pakai yang dikirim oleh orang-orang yang berniat baik hendak membantu masyarakat yang terdampak bencana malah terjadi sebaliknya barang bekas layak pakai itu mubazir alias jadi sampah yang berserakan. 

Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran ini orang niat bantu atau buang sampah. 

Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak. 

Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran. 

Salam Kemanusiaan 
Salam Tangguh

Andi Suka 
MPBS INDONESIA

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...

Peduli Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19, Universitas Mataram Berikan Keringanan UKT

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud rasa empati dan kepedulian terhadap dampak ekonomi Pandemi Covid 19, Univeritas Mataram atau Unram memberikan keringanan biaya bagi mahasiswanya....
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia