BNPB: Stop Bantuan Pakaian Layak Pakai, Kecuali Ada Permintaan

Tumpukan bantuan berupa pakaian bekas (Foto: Dok BNPB)

HarianNusa.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau masyarakat untuk menghentikan pemberian bantuan berupa pakaian layak pakai ke lokasi bencana, kecuali ada permintaan. Hal ini disampaikan melalui laman resmi BNPB di jejaring media sosial Facebook, Selasa (14/01/2020).

“Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran ini orang niat bantu atau buang sampah”, ungkap Andi Suka seperti ditulis dalam laman tersebut.

Sumbangan atau bantuan masyarakat dalam bentuk pakaian layak pakai memang tidak sedikit. Tumpukan pakaian bekas itu kemudian harus dlipilah dan dipilih karena tidak seluruhnya layak untuk disalurkan kepada korban bencana alam.

“Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak”, lanjut tulisan bertanggal 12 Januari 2020 itu.

Berikut tulisan lengkap laman resmi BNPB tersebut.

Bogor, 12 Januari 2020 

Stop Bantuan Pakaian layak pakai ke Lokasi Bencana manapun kecuali ada permintaan.

Jadikan pelajaran di berbagai lokasi bencana jadi sampah berserakan mengakibatkan timbulnya masalah baru dalam penanganan bencana. 

Contoh saat ini yang terjadi di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, pakaian layak pakai yang dikirim oleh orang-orang yang berniat baik hendak membantu masyarakat yang terdampak bencana malah terjadi sebaliknya barang bekas layak pakai itu mubazir alias jadi sampah yang berserakan. 

Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran ini orang niat bantu atau buang sampah. 

Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak. 

Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran. 

Salam Kemanusiaan 
Salam Tangguh

Andi Suka 
MPBS INDONESIA