fbpx
27 C
Mataram
Jumat, Februari 28, 2020

Kepada Raja Pemecutan Bali, Habib Salim Segaf Cerita Soal Menyetujui Proposal Ternak Babi

Populer Pekan ini

Ini Cara Mitigasi saat Ge...

HarianNusa.com - Indonesi...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut...

HarianNusa.Com, Jakarta -...

HIPO Bantah Bergerak di B...

HarianNusa.Com, Mataram -...

Potensi Mineral Kelas Dun...

HarianNusa.com, Jakarta ...

Paling Banyak Dibaca

Misteri Telapak Tangan ya...

HarianNusa.com, Mataram –...

Mengenang 40 Tahun Bencan...

HarianNusa.com, Mataram –...

Ahli Geologi AS Peringatk...

HarianNusa.com - Ahli Geo...
- Advertisement -

HarianNusa.com, Denpasar — Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri berbincang akrab saat disambut Raja Pemecutan Bali Ida Tjokorda Pemecutan XI di Puri Pemecutan, Denpasar , Bali, Jumat (7/2/2020).

Habib Salim menyambut baik keramahan dan keakraban yang ditunjukkan Ida Tjokorda kepada delegasi PKS. Habib Salim mengatakan memang ada orang yang pertama bertemu tapi seolah-olah sudah mengenal lama.

“Alhamdulillah kita silaturahim Pak Ida Tjokorda bisa mencurahkan curhatnya dengan kita secara akrab. Ini baru pertama bertemu tapi seperti lama kenal,” papar Habib Salim Segaf.

- Advertisement -

Habib Salim Segaf kemudian mengatakan kepada Ida Tjokorda jika kader PKS yang menjadi pejabat publik adalah resmi milik masyarakat bukan lagi milik partai.

“Pejabat publik dari PKS adalah pelayan semua menjadi milik bangsa apapun sukunya, agamanya,” ujar dia.

Habib Salim pun mengisahkan pengalamannya saat menjadi Menteri Sosial sempat diuji oleh masyarakat Bali.

- Advertisement -

Mengetahui dirinya dari PKS, kelompok masyarakat mengajukan proposal peternakan babi.

“Mereka mungkin mengira pasti tidak dikabulkan. Tapi setelah saya pelajari ternyata bisa menambah penghidupan bagi mereka. Bisa mensejahterakan. Kemudian saat setujui, mereka kaget juga saya setuju,” ujar dia.

- Advertisement -

Kemudian, ujar Habib Salim Segaf, ia memberikan syarat agar tahun depan peternakan babi di Bali bisa berkembang dan dia akan meninjau langsung.

“Akhirnya benar saya datang berkembang itu ternak babinya,” papar dia.

Habib Salim mengatakan dengan kejadian ini masyarakat paham jika perbedaan kemudian tidak lantas saling membenci apapun sukunya.

“Islam mengatakan Rahmat bagi seluruh alam. Segala hal terkait binatang dan pohon kita pun harus santun. Kita hidup di sini dilahirkan di Indonesia kenapa harus saling membenci,” papar Habib Salim diiringi anggukan setuju Raja Pemecutan XI.

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkini

Peringatan HUT Ke-70 SatP...

HarianNusa.Com, Jakarta –...

“Berkain”, Ca...

HarianNusa.com, Mataram -...

Sinergi PLAN Internationa...

HarianNusa.com, Mataram -...

Wagub Ajak Organisasi Per...

HarianNusa.com, Mataram -...

ACT NTB Kirim Tim Disaste...

HarianNusa.com, Lombok ti...

Bangli dan Lombok Barat S...

HarianNusa.Com, Lombok Ba...

Gubernur Minta Kades se N...

HarianNusa.com, ataram - ...

Berita Lainnya

- Advertisement -