Setelah Disidak, Senggigi Kini Terang

0
453

HarianNusa.com, Lombok Barat – Setelah lama mendapat keluhan, akhirnya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) melakukan perbaikan seluruh titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan dari Pintu Gerbang Meninting sampai Batas Wilayah dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Sejak diinspeksi mendadak (sidak) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Baehaqi beberapa malam sebelumnya, pihak Disperkim langsung melakukan perbaikan dan penggantian bola lampu di sepanjang kurang lebih 17 kilometer itu.

"Masih ada tiga titik lampu sebelum tikungan ke Hotel Sudamala yang belum menyala. Kita akan minta untuk segera diperbaiki," terang Sekretaris Daerah H. Baehaqi saat melakukan peninjauan langsung di kawasan Pura Batu Bolong, Kamis (20/2/2020).

Menurut Baehaqi, selain di tiga titik itu masih terdapat 8 titik lokasi yang kurang terang akibat tertutup pepohonan.

"Kalau itu, saya akan minta Disperkim untuk lakukan perantingan (pemotongan ranting, red)," tegas Baehaqi.

Dirinya, aku Baehaqi, sengaja turun langsung ke jalan-jalan utama di Kawasan Lombok Barat untuk melihat langsung kondisi PJU.

"Terutama di jalur-jalur yang menjadi pendukung utama pariwisata, karena di situ citra Lombok Barat dan NTB di mata dunia," tegas Baehaqi.

Selain di kawasan Senggigi, Baehaqi malam tadi menyusuri bypass BIL 1 dan 2 yang masuk wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil telusurannya, Baehaqi menemukan banyak sekali PJU yang mati di sepanjang Bypass BIL satu, mulai dari Jembatan Sulin sampai Bundaran Giri Menang Square (GMS).

"Panjang Jalan plus minus 5 Kilometer, cuma 36 PJU yang menyala. Malah di antara itu, ada 6 titik lampu yang nyala sebelah," terang Baehaqi.

Untuk Bypass BIL 2, imbuhnya, hanya 28 titik PJU yang tidak menyala.

Ditemui di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Tata Kota H. Saifullah menjelaskan bahwa di Bypass BIL Satu itu ada 140 titik lampu, namun lebih dari seratus yang mati.

"Problemnya ada di jaringan kabel bukan lampu. Ada konsleting di box panel di Sedayu. Kalau kita mau perbaiki, kita harus membongkar 1,5 kilo meter pavinblock karena itu jaringan bawah tanah," terang Saifullah yang didampingi oleh Kasi PJU di Disperkim.

Pihaknya, aku Saifullah tidak bisa merencanakan perbaikan tersebut karena ketiadaan anggaran.

"Mudah-Mudahan pak Sekda selaku TAPD bisa memberikan jalan keluar," harap Saifullah. (f3/hm)