fbpx
25 C
Mataram
Minggu, April 5, 2020

Armada TMC Perlu Diperkuat Agar Dapat Beroperasi Malam Hari

Populer Pekan ini

Ini Maklumat Kapolri Upaya Mencegah Penyebaran COVID 19 di NTB

L HarianNusa.com, Mataram - Polda NTB pada Jumat, 27 Maret 2020, memasang sepaduk berisi maklumat dari Kapolri tentang tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat...

PHBS Strategi Tangkal Penyebaran Virus Versi Satgas Pandemi Covid-19 Unram

HarianNusa.com, Mataram - Satuan Tugas (Satgas) Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Universitas Mataram (Unram), yang dibentuk sebagai salah satu strategi kesiapan Unram dalam...

Lagi-lagi, Polisi Tangkap Tersangka Penyebar Hoax di Medsos Terkait Corona

HarianNusa.com, Mataram - Seorang wanita berinisial EDA (31 th) yang belamat di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Paling Banyak Dibaca

Misteri Telapak Tangan yang Gegerkan Warga Lombok Terpecahkan

HarianNusa.com, Mataram – Misteri jejak telapak tangan di tembok rumah warga di Lombok pasca gempa menemui titik terang. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi dan TNI,...

Mengenang 40 Tahun Bencana Tsunami di Lombok dan Sumbawa

HarianNusa.com, Mataram – Pada Jumat 19 Agustus 1977 menjadi hari yang buruk bagi masyarakat Sumba, NTT. Di hari kelabu tersebut terjadi gempa bumi yang...

Ahli Geologi AS Peringatkan Bahaya Gempa di Selatan Lombok

HarianNusa.com - Ahli Geologi dan Tektonik Amerika Serikat, Prof Rolland A. Harris menggelar sosialisasi kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, di Mataram, Kamis, 4...

Tak Terima Diputusin, Pria di Lotim Sebar Foto Bugil Kekasihnya

HarianNusa.com, Lombok Timur – Sungguh tak patut ditiru aksi yang dilakukan oleh seorang pria berinisial KB (20) asal Dusun Banjar Getas Desa Banjar Sari...
- Advertisement -

HarianNusa.com, Jakarta – Fenomena menyerupai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang berasal dari Laut Cina Selatan ke Teluk Jakarta menjadi penyebab tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, armada TMC perlu diperkuat agar dapat melaksanakan penerbangan malam hari.

“Terkait dengan kejadian banjir di beberapa titik di wilayah Jabodetabek pagi ini karena adanya fenomena CENS yang berasal dari Laut Cina Selatan, masuk ke Selat Karimata hingga ke Teluk Jakarta. CENS dipicu 2 siklon tropis Ferdinand dan Esther di selatan Indonesia. Massa udara dingin dari CENS kemudian mengalami konvergensi dengan massa udara daratan dari Jakarta yang terjadi malam hari. CENS menyebabkan proses pembentukan awan Cumulonimbus terjadi lebih cepat di teluk Jakarta. Siklon Ferdinand dan Esther berkontribusi terjadinya fenomena ini. Akibatnya hujan kerap terjadi pada malam hingga dinihari atau dikenal sebagai fenomena Nighttime-Morning Precipitation,” papar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Menurut Tri Handoko Seto, wilayah Jabodetabek saat ini berada pada wilayah konvergensi massa udara sehingga menyebabkan peningkatan massa udara basah yang memicu terjadinya hujan lebat. Dari hasil analisa dan pengamatan cuaca, pertumbuhan awan-awan hujan yang terjadi di wilayah Jabodetabek sebagian besar terjadi pada malam hingga dini hari.

- Advertisement -

“Awan-awan mulai tumbuh secara masif pada malam hari dan terjadi hujan lebat pada malam hingga dini hari bahkan sampai dengan pagi hari. Awan-awan seperti ini di luar jangkauan kemampuan armada TMC yang ada saat ini. Keterbatasan operasional tim TMC Jabodetabek selama ini hanya bisa melakukan penyemaian pada awan-awan yang tumbuh pada pagi hingga siang menjelang sore,” ujarnya.

Menurut Tri Handoko Seto, pertimbangan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama sehingga penyemaian awan hanya dilakukan pada saat kondisi visual yang memadai, yaitu rentang waktu setelah terbit matahari hingga menjelang terbenam matahari. “Mudah-mudahan kedepan, kami berharap armada TMC direvitalisasi agar mampu beroperasi pada malam hari,” ujarnya.

Berbeda kondisinya pada siang hari. Dari analisis dan pengamatan dalam beberapa hari terakhir, lanjut Seto, pertumbuhan awan pada siang hari tidak cukup banyak. “Dari semula dua hingga tiga sorti penerbangan, kini TMC dioperasikan dengan melakukan penyemaian 1-2 sorties perhari saja,” ujarnya.

- Advertisement -

Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko TMC Halim Perdanakusuma Dwipa W. Soehoed mengatakan dalam pelaksanaan TMC, penerbangan dapat mencapai hingga ke Barat dan Barat Laut Jabodetabek (70-90 Nm bahkan >100 Nm) untuk menjatuhkan awan hujan di lokasi tersebut. “Tujuannya potensi pertumbuhan awan yang menuju ke Jabodetabek dihujankan terlebih dulu,” ujarnya.

Tim TMC juga memantau dari data gradient wind, selain terjadi peningkatan masa udara basah juga tampak massa udara masuk dari perairan pasifik yang kemudian terjadi perlambatan karena pertemuan massa udara dari perairan Samudera Hindia. “Tim kembali meningkatkan pengamatan cuaca secara intensif pertumbuhan dan pergerakan awan yang akan masuk ke wilayah Jabodetabek. Awan-awan yang bergerak kearah wilayah Jabodetabek segera disemai agar jatuh menjadi hujan sebelum masuk wilayah Jabodetabek,” ujar Dwipa W. Soehoed.

- Advertisement -

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BPPT bekerja sama dengan BNPB, TNI-AU dan BMKG dilaksanakan sejak 3 Januari lalu. Hingga Senin 24 Februari 2020, pelaksanaan TMC telah dilakukan sebanyak 127 sorti dengan total jam terbang lebih dari 274 jam dan total bahan semai yang digunakan lebih dari 205 ton, dengan ketinggian penyemaian sekitar 9.000- 12.000 kaki.

Operasi TMC dilakukan untuk penanggulangan banjir di wilayah Jabodetabek dengan cara mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jabodetabek. Teknologi Modifikasi Cuaca pada misi ini ditujukan untuk meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek. Penerbangan penyemaian dilakukan pada awan-awan potensial hujan di wilayah Kepulauan Seribu, sepanjang Selat Sunda, Ujung Kulon dan sekitarnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada 23-25 Februari 2020. Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin. (BBTMC)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkini

Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Lobar Bentuk Posko di Pelabuhan Lembar

HarianNusa.com, Lombok Barat - Tuntutan masyarakat untuk membatasi, bahkan menutup akses Pelabuhan Lembar terkait dengan merebaknya virus Corona atau Covid-19 ditanggapi sangat serius oleh...

Dampak Corona, Ribuan Karyawan Hotel di Lombok Barat Dirumahkan

HarianNusa.com, Lombok Barat - Paling sedikit 1.316 karyawan di 17 hotel di kawasan Lombok Barat harus dirumahkan akibat merebaknya Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas...

Danrem 162/WB Bersama Bupati Lombok Utara Tinjau Sasaran TMMD Ke 107 Kodim Lobar

HarianNusa.com, Lombok Utara - Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,...

Antisipasi Covid-19, Lobar Minta Pemprov Siapkan Pusat Karantina Baru

HarianNusa.com, Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali berinisiatif untuk menyiapkan Pusat Karantina selain Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari. Kepada Pemerintah Provinsi...

Peduli Keselamatan Insan Pers, Bukhori Berbagi Masker untuk Wartawan

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama atas musibah pandemi wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang melanda sejumlah negara di dunia termasuk...

Gubernur Cek Kesiapan Pelabuhan Kayangan – Poto Tano untuk Antisipasi Covid-19,

HarianNusa.com, Sumbawa Barat - Setelah menerima sejumlah masukan dari masyarakat, Jumat malam (3/4/2020) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah langsung turun ke lapangan untuk mengecek...

Pemprov NTB Fokus Pada Pencegahan Covid 19 & Penanganan Dampak Social Ekonomi

HarianNusa.com, Mataram - Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., memastikan kebijakan dan langkah yang akan diambil Pemprov NTB saat ini...
- Advertisement -
- Advertisement -bebas

Berita Lainnya

- Advertisement -