fbpx
23 C
Mataram
Rabu, September 30, 2020
Update Covid-19 Indonesia
282,724
Total Kasus
Updated on 29/09/2020 7:57 pm
Beranda NTB Covid 19, Pemkab Lobar Akan Batasi Perayaan Lebaran Topat di Tempat Wisata

Covid 19, Pemkab Lobar Akan Batasi Perayaan Lebaran Topat di Tempat Wisata

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menerapkan pembatasan perayaan Lebaran Topat di tempat-tempat wisata.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bersama yang ditandatangani oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, dan Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur H sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini sedang menjadi perhatian berbagai pihak.

“Imbauan ini tidak melarang masyarakat melaksanakan tradisi Lebaran Topat, hanya saja pelaksanaannya dilakukan di rumah masing-masing. Sedangkan tradisi ikutannya berupa mengunjungi tempat wisata itu yang kita minta dibatasi. Jadi, berlebaran topatlah di rumah saja,” kata Kepala Dinas Pariwisata H. Saepul Akhkam di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2020).

- Advertisement -

“Lebaran Topat” menjadi tradisi yang dilaksanakan masyarakat Sasak seminggu setelah Idul Fitri. “Lebaran Topat” pada dasarnya suatu “lebaran kecil” setelah umat muslim selesai menunaikan puasa sunnah bulan Syawal, yaitu puasa selama enam hari berturut-turut setelah Idul Fitri.

Masyarakat muslim di Pulau Lombok biasanya memanfaatkan momen tersebut untuk berekreasi bersama keluarga maupun teman. Kebanyakan masyarakat menjadikan destinasi pantai seperti kawasan Pantai Senggigi, Pantai Cemare, dan tempat wisata lainnya untuk berekreasi.

Selain Surat Edaran Bersama, Pemkab Lombok Barat melalui Surat Edaran Dinas Pariwisata Lombok Barat Nomor : 440/268/Dispar/2020 juga mengimbau para kepala desa, pengelola tempat wisata, dan pokdarwis untuk menutup tempat-tempat wisata yang ada selama pandemi. Masyarakat dan pelaku wisata juga diminta memantau tempat-tempat wisata agar tidak melaksanakan aktivitas wisata selama pandemi Covid-19.

"Kebijakan ini dibuat untuk pembatasan sosial. Kita di Dinas Pariwisata ini dalam rangka memberikan dukungan penuh kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lombok Barat. Kita sosialisasi ke masyarakat, terkait tradisi masyarakat muslim kita di Lombok dimana setiap seminggu setelah Puasa Syawal kemudian melakukan Lebaran Topat. Kita sendiri sangat prihatin karena itu (Lebaran Topat, red) menjadi event wajib kita, tapi karena pandemi ini tidak dapat dilaksanakan seperti tahun sebelumnya. Sekali lagi, berlebaran topatlah di rumah saja,” kata Akhkam yang juga menjabat sebagai Plt Kabag Humas dan Protokol Lombok Barat ini.

Dari data terakhir perkembangan kasus Covid-19 di Lombok Barat pertanggal 19 Mei 2020, ada 55 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 160 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 661 Orang Dalam Pemantauan (ODP). (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Road Show di KSB, TP PKK NTB Konsisten Memberi Semangat dan Membangun Sinergi

HarianNusa.com, Sumbawa Barat - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia