fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Mei 21, 2020
Update Covid-19 Indonesia
19,189
Total Kasus
Updated on 20/05/2020 3:27 pm
Beranda NTB Covid 19, Pemkab Lobar Akan Batasi Perayaan Lebaran Topat di Tempat Wisata

Covid 19, Pemkab Lobar Akan Batasi Perayaan Lebaran Topat di Tempat Wisata

HarianNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menerapkan pembatasan perayaan Lebaran Topat di tempat-tempat wisata.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bersama yang ditandatangani oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, dan Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur H sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini sedang menjadi perhatian berbagai pihak.

“Imbauan ini tidak melarang masyarakat melaksanakan tradisi Lebaran Topat, hanya saja pelaksanaannya dilakukan di rumah masing-masing. Sedangkan tradisi ikutannya berupa mengunjungi tempat wisata itu yang kita minta dibatasi. Jadi, berlebaran topatlah di rumah saja,” kata Kepala Dinas Pariwisata H. Saepul Akhkam di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2020).

“Lebaran Topat” menjadi tradisi yang dilaksanakan masyarakat Sasak seminggu setelah Idul Fitri. “Lebaran Topat” pada dasarnya suatu “lebaran kecil” setelah umat muslim selesai menunaikan puasa sunnah bulan Syawal, yaitu puasa selama enam hari berturut-turut setelah Idul Fitri.

Masyarakat muslim di Pulau Lombok biasanya memanfaatkan momen tersebut untuk berekreasi bersama keluarga maupun teman. Kebanyakan masyarakat menjadikan destinasi pantai seperti kawasan Pantai Senggigi, Pantai Cemare, dan tempat wisata lainnya untuk berekreasi.

Selain Surat Edaran Bersama, Pemkab Lombok Barat melalui Surat Edaran Dinas Pariwisata Lombok Barat Nomor : 440/268/Dispar/2020 juga mengimbau para kepala desa, pengelola tempat wisata, dan pokdarwis untuk menutup tempat-tempat wisata yang ada selama pandemi. Masyarakat dan pelaku wisata juga diminta memantau tempat-tempat wisata agar tidak melaksanakan aktivitas wisata selama pandemi Covid-19.

"Kebijakan ini dibuat untuk pembatasan sosial. Kita di Dinas Pariwisata ini dalam rangka memberikan dukungan penuh kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lombok Barat. Kita sosialisasi ke masyarakat, terkait tradisi masyarakat muslim kita di Lombok dimana setiap seminggu setelah Puasa Syawal kemudian melakukan Lebaran Topat. Kita sendiri sangat prihatin karena itu (Lebaran Topat, red) menjadi event wajib kita, tapi karena pandemi ini tidak dapat dilaksanakan seperti tahun sebelumnya. Sekali lagi, berlebaran topatlah di rumah saja,” kata Akhkam yang juga menjabat sebagai Plt Kabag Humas dan Protokol Lombok Barat ini.

Dari data terakhir perkembangan kasus Covid-19 di Lombok Barat pertanggal 19 Mei 2020, ada 55 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 160 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 661 Orang Dalam Pemantauan (ODP). (f3)

Berita Populer Pekan Ini

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi(Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...

Peduli Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19, Universitas Mataram Berikan Keringanan UKT

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud rasa empati dan kepedulian terhadap dampak ekonomi Pandemi Covid 19, Univeritas Mataram atau Unram memberikan keringanan biaya bagi mahasiswanya....

Tulis Berita Tentang Seorang Nenek Tak Dapat Bantuan, Wartawan Ini Dibogem Oknum Kadus di Lobar

HarianNusa.com, Lombok Barat - Nasib naas menimpa seorang wartawan media online bernama Ahmad Sahib warga desa Kediri kabupaten Lombok Barat. Lantaran berita yang ia...

Terus Meningkat, 34,5% Pasien Positif CoVid-19 di NTB Sembuh

HarianNusa.com, Mataram - Trend kesembuhan pasien dari positif Covid 19 di NTB dalam beberapa hari belakangan ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, bahkan jauh melampaui...