fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Februari 26, 2021
Update Covid-19 Indonesia
1,322,866
Total Kasus
Updated on 26/02/2021 3:31 pm
Beranda NTB Warga Kota Mataram yang Lewati Jam Malam akan Dibubarkan

Warga Kota Mataram yang Lewati Jam Malam akan Dibubarkan

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Peringatan bagi warga Kota Mataram yang masih melaksanakan aktivitas sampai larut malam. Pasca jam malam diberlakukan lagi oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram. Tindakan tegas disiapkan Polresta Mataram bagi warga masyarakat yang melanggar ketentuan jam malam. Aktivitas masyarakat akan dibubarkan bila didapati melanggar jam malam.

‘’Kita akan bubarkan kegiatannya kalau melebihi waktu jam malam yamg ditentukan,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (14/01/2021).

Sejak Rabu malam (13/01/2021), Gugus Tugas Covid 19 Kota Mataram memberlakukan lagi jam malam di Kota Mataram. Jam malam ini dengan batas maksimal pukul 22.00 wita atau jam 10 malam. Ketentuan jam malam ini berdasarkan surat edaran Wali Kota Mataram yang dikeluarkan tahun lalu. Yaitu surat edaran nomor 443/542/BPBD/VIII/2020. Diputuskan, jam malam diberlakukan lagi sampai pukul 06.00 wita. Jam malam diberlakukan lagi karena penyebaran Covid-19 di Mataram semakin meningkat.

- Advertisement -

‘’Kita bersama TNI dan Satpol PP akan menindaklanjuti pemberlakuan jam malam ini. Setiap malam akan dilaksanakan patroli skala besar bersama-sama,’’ tuturnya.

Kombes Pol Heri Wahyudi mengimbau warga Kota Mataram yang melaksanakan kegiatan di malam hari, agar kembali ke rumah masing-masing pada jam 22.00 Wita. Jika tidak, warga yang didapati masih berada di luar akan diberikan tindakan tegas dan dibubarkan oleh petugas. ‘’Kami minta pukul 22.00 itu sudah bubar,’’ tegasnya.

Namun demikian, sebelum dibubarkan Kepolisian dan aparat gabungan akan mengimbau secara humanis. Mulai dengan mematikan lampu terlebih dahulu. Jika tidak diindahkan, kegiatan warga dibubarkan petugas.

‘’Tetap kami akan humanis dulu. Tidak langsung asal-asalan membubarkan,’’ bebernya.

Khusus kepada pedagang, Dinas terkait diminta untuk aktif mensosialisasikan agar di atas jam 10 malam, pedagang makanan diminta untuk tidak melayani makan ditempat tetapi dibungkus untuk dibawa pulang.

"Mungkin yang take away atau yang bawa pulang masih dibolehkan,’’ katanya.

Heri juga menyoroti cukup banyak kafe yang masih buka di atas jam 10 malam. Tempat-tempat tersebut diatensi untuk diambil tindakan. ‘’Kami minta kafe-kafe pinggir jalan itu untuk tidak membuat kerumunan, banyak yang kita lihat masih berkerumun. Kami akan datangi tempat-tempat itu,’’ tegasnya. (*)

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jalin MoU Dengan NSU Cheonan, Dobrak Iklim Pendidikan Indonesia-Korea di Tengah Pandemi

HarianNusa.com, Jakarta - Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA LIA) Jakarta melakukan penandatanganan kerja sama dengan Namseoul University (NSU), Cheonan, South Korea, Kamis (18/2/2021). MoU...

Puluhan Wartawan di NTB Ikuti UKW

HarianNusa.com, Mataram - Puluhan wartawan dari berbagai media baik online, cetak, dan radio di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia