Senin, November 28, 2022
Senin, 28 November, 2022

Berhasil Turunkan Stunting, Lombok Barat jadi contoh untuk daerah lain

- Advertisement -

HarianNusa, Lombok Barat – Dinilai berhasil menekan angka stunting, Tanoto Foundation menjadikan Lombok Barat sebagai contoh untuk daerah lain.
Hal tersebut ditandai dengan dilakukannya MoU antara Tanoto Foundation dengan Kabupaten Lombok Barat.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation Eddy HenryHenry di Ruang Kerja Bupati, Kamis, 3 November 2022, yang dihadiri pula oleh Pj Sekertaris Daerah Lombok Barat H. Ilham, Asisten I Daerah Agus Gunawan, Kepala OPD dan pengurus Yayasan Cipta.

Stunting merupakan masalah yang timbul karena pola hidup masyarakat dan karena itu penanganan stunting harus dilakukan dari hulu ke hilir. Bupati Lombok Barat menyampaikan bahwa Kabupaten Lombok Barat memiliki melaksanakan pembagian pil penambah darah untuk siswi remaja di sekolahan serta membuat gerakan GAMAK (Gerakan Anti Merarik Kodeq) atau gerakan anti pernikahan dini. "Selain melalui program-program tersebut, kami juga meminta kepada petinggi di masyarakat untuk membuat awik-awik atau kesepakatan adat desa yang berisikan larangan pernikahan dini di desa," jelasnya.

H. Fauzan Khalid mengatakan bahwa Kabupaten Lombok Barat memiliki sebuat inovasi SIPEKABUSISKA. Inovasi ini digunakan untuk memantau kesehatan bayi baru lahir berbasis keluarga.

"Inovasi ini termasuk ke dalam 50 besar inovasi daerah dan telah dicoba untuk diterapkan dibeberapa provinsi, karena inovasi ini dapat banyak membantu dalam pendataan kasus stunting," tegasnya.

Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama dalam menurunkan angka stunting yang telah terjalin sejak tahun 2021.

"Tentunya dengan kerjasama ini telah terdapat hasil yang memuaskan, dimana angka stunting yang turun cukup signifikan. Bahkan hasil Kabupaten Lombok Barat telah menjadi contoh bagi daerah lain karena keberhasilannya," tuturnya.

Eddy Henry menambahkan bahwa Tanoto Foundation dengan beberapa sektor swasta dan pemerintahan AS bekerjasama dalam menggalang dana hingga tahun 2025 dalam meningkatkan upaya-upaya menurunkan angka stunting di 5 provinsi dan salah satunya adalah NTB.

"Untuk Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2023 nanti kami tidak hanya merencanakan, tetapi mengimplementasikan program-program yang kami harapkan dapat membantu menurunkan angka stunting di desa-desa yang berpotensi angka stunting tinggi," jelasnya.

Ia mengharapkan bahwa kolaborasi yang telah berjalan dapat tetap berlanjut dengan baik dan tentunya dapat menghasilkan hasil yang baik untuk perkembangan daerah. (03)

Ket. Foto:
Penandatanganan MoU oleh
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation Eddy HenryHenry di Ruang Kerja Bupati, Kamis, 3 November 2022. (Istimewa)

- Advertisement -
spot_img
Senin, 28 November, 2022
spot_img

Share post:

Subscribe

Berita Populer

Berita Terbaru

Berita Lainnya
Terkait

Perkuat Upaya Preventif dan Penegakan Hukum untuk mencegah kasus ketenagakerjaan

HarianNusa, Mataram - Para pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan dan...

NTB-MWA Universitas Sebelas Maret siap jalin Kerjasama Pendidikan

HarianNusa, Mataram - Peningkatan Sumber Daya Manusia yang menjadi...

STBA LIA Jakarta Memperluas Kerjasama dengan Beberapa Perusahaan Jepang

HarianNusa, Jakarta - Pada Selasa, 22 November 2022 STBA...

Pertahankan Kearifan Lokal dan Persiapan PON 2028, HUT 64 NTB akan Dimeriahkan Pacuan Kuda

HarianNusa, Mataram - Dalam rangka memeriahkan HUT ke 64...