Jumat, Januari 27, 2023
Jumat, 27 Januari, 2023

Pertahankan Kearifan Lokal dan Persiapan PON 2028, HUT 64 NTB akan Dimeriahkan Pacuan Kuda

- Advertisement -

HarianNusa, Mataram – Dalam rangka memeriahkan HUT ke 64 Provinsi NTB, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) NTB akan menggelar Kejuaraan Pacuan Kuda mulai 11-17 Desember 2022 mendatang di Pulau Sumbawa. Kejuaraan yang bakal diikuti oleh seluruh peserta asal NTB bahkan dari luar daerah ini dihajatkan juga sebagai ajang untuk mempersiapkan tim Cabang Olahraga (Cabor) pacuan kuda yang siap berlaga di PON 2028 mendatang di NTB. Dengan begitu NTB sudah siap membuka diri terhadap penyelenggaraan olahraga nasional termasuk Cabor pacuan kuda pada Pon 2028 mendatang.

Bendahara Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) NTB Iskandar menggaransi bahwa gelar pacuan kuda ini akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah dituangkan dalam SOP penyelenggaraan kegiatan ini dan diperkuat oleh regulasi-regulasi lainnya yang nantinya kan menjadi pedoman pelaksanaannya.

Dihadapan Kadiskominfotik NTB Bq. Nelly Yuniarti, Rabu (23/11) di Mataram, Iskandar bersama pengurus Pordasi NTB lainnya mengungkapkan, dalam gelaran pacuan kuda nanti dari sisi keamanan pihaknya sudah menyiapkannya agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama dalam pertandingan. Karena itu Pordasi NTB akan tetap berkoordinasi dengan pihak keamanan TNi-Polri.

Menurut Iskandar, digelarnya Pacuan Kuda ini juga dimaksudkan untuk lebih mempertahankan budaya atau kearifan lokal yang harus tetap dilestarikan hingga saat ini khususnya yang ada di Pulau Sumbawa.

“Jadi pada intinya dengan gelar pacuan kuda ini kami ingin mempertahankan budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi saat ini,” kata Iskandar.

Iskandar atas nama Pordasi NTB menginginkan dengan Pacuan Kuda ini kecuali untuk mengangkat budaya, juga bisa membuka potensi untuk membangkitkan UMKM lokal agar lebih eksis dan terserap oleh para penonton yang meramaikan kegiatan ini.

Iskandar juga menepis stigma bahwa pacuan kuda kerapkali dinilai negatif untuk mengeksploitasi anak, memperkejakan dan memperdayakan anak karena dimanfaatkan sebagai joki yang rawan terhadap keselamatan anak.

“Kita tetap berpedoman pada SOP ataupun regulasi yang sudah kita sepakati bersama. Kita kawal anak demi keselamatannya. Di arena juga kita siapkan ruang khusus bagi anak-anak, tempat bermain anak-anak,” kata Iskandar.

Iskandar berharap dengan banyaknya event – event daerah, nasional dan internasional digelar di NTB maka dengan sendirinya bisa menumbuhkan geliat pariwisata NTB yang makin marak. “Kita harus punya keberanian untuk memulainya bagi terangkatnya nama daerah dan eksistensi budaya yang tetap dilestarikan,” tutupnya. (03).

- Advertisement -
spot_img
Jumat, 27 Januari, 2023
Tokopedia
Tokopedia
Tokopedia

Share post:

Subscribe

Berita Populer

Berita Terbaru

Berita Lainnya
Terkait

Direct Flight ke Lombok Dibuka Kembali, Gubernur NTB: Terimakasih Airasia

HarianNusa, Jakarta - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bertemu...

Winengan: Pak Mesir Aktivis Hingga Akhir Hayatnya

HarianNusa, Jakarta - Sekitar pukul 22.27 WIB, Koordinator Presidium...

Mantapkan RKPD 2024, Pemkab Lobar Gelar Konsultasi Publik

HarianNusa, Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengadakan...

Anugerah Media Humas 2023 digelar di NTB

HarianNusa, Jakarta - Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin...