Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_img
BerandaEkonomiPakar Berbagai Industri Membahas Pemberdayaan UMKM Indonesia Melalui Inklusivitas Digital

Pakar Berbagai Industri Membahas Pemberdayaan UMKM Indonesia Melalui Inklusivitas Digital

Kementerian BUMN, Bank BTN, Bank BSI, Pegadaian, Telkom Group dan Mastercard Indonesia bergabung dalam satu panel diskusi untuk membahas masa depan dan tantangan UMKM Indonesia

- Advertisement - Universitas Warmadewa

Ayoconnect, platform Open Finance terbesar di Asia Tenggara, dengan bangga menjadi tuan rumah diskusi panel bertajuk “Bridging the Gap: Facilitating Digital Inclusivity for Indonesian MSMEs” di ajang bergengsi Open Finance Summit 2023 yang berlangsung di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diskusi panel ini membahas kebutuhan mendesak akan kolaborasi untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang menyeluruh melalui adopsi inovasi digital pada layanan keuangan. Indonesia dengan laju tumbuh masyarakat kelas menengah menghadirkan peluang unik bagi UMKM. Demografi kelas menengah ini diproyeksikan tumbuh dari 10% pada 2022 menjadi 21% pada 2030 mendatang dan diprediksi akan menjadi pasar penting bagi pembangunan ekonomi negara.

Selama diskusi panel, para panelis menekankan perlunya demokratisasi industri jasa keuangan digital di Indonesia agar dapat melayani UMKM dengan lebih baik. Dimoderatori oleh Nawal Nely selaku Kementerian BUMN, panelis yang hadir dalam panel ini adalah Setiyo Wibowo Direktur Manajemen Risiko Bank BTN, Saut Parulian Saragih selaku Senior Executive Vice President Digital Banking Bank BSI, Eka Pebriansyah selaku Direktur Network Operations and Sales di Pegadaian, Muhamad Fajrin Rasyid selaku Digital Business Director di Telkom Group dan Bapak Wibawa Prasetyawan selaku Vice President & Head of Account Management Financial Institutions di Mastercard Indonesia.

Dalam 90 menit diskusi, semua panelis sepakat bahwa kunci untuk meraih kesuksesan di era akselerasi yang pesat ini memerlukan penyuluhan dan edukasi yang baik. Dengan begitu, adopsi dari inovasi digital oleh pelaku industri dapat diterima dan digunakan dengan baik oleh masyarakat. Selain itu, peran e-commerce juga berperan besar dalam memperluas jangkauan pasar UMKM. Dengan memanfaatkan platform online, UMKM dapat menjangkau basis pelanggan yang lebih luas dan membangun kehadiran yang lebih kuat di pasar digital.

Founder & COO Ayoconnect, Chiragh Kirpalani, menyatakan komitmennya untuk memajukan inklusivitas layanan keuangan digital dan menyatakan, “Kami sangat yakin bahwa dengan menjembatani kesenjangan digital bagi UMKM, potensi ekonomi digital Indonesia akan mendorong kita ke era layanan keuangan berikutnya. Bimbingan pun tidak hanya berlangsung satu arah dari pelaku industri ke UMKM dan masyarakat, tapi juga sebaliknya agar inovasi yang dilahirkan pun tepat guna. Kolaborasi industri adalah salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk memastikan persaingan sehat antar ekosistem dan tentunya pertumbuhan ekonomi yang stabil,”

Diskusi panel di Open Finance Summit 2023 ditutup dengan kesimpulan akan urgensi pentingnya kolaborasi antar sektor usaha dengan industri keuangan dan non-keuangan untuk memberdayakan UMKM dan mencapai inklusi finansial nasional.

RELATED ARTICLES
spot_img
Senin, Juni 17, 2024
- Advertisment -spot_img

Populer Pekan ini

Senin, Juni 17, 2024
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
- Advertisment -

Banyak Dibaca

- Advertisment -